Suara.com - Kebanyakan perempuan memiliki keinginan untuk melahirkan anak kembar. Mungkin alasannya karena ingin mendapatkan dua anak sekaligus dengan sekali persalinan.
Anda tahu bukan, persalinan bukan hal yang mudah, karena bisa dibilang itu menyakitkan dan penuh perjuangan.
Beberapa berpendapat mengatakan, memiliki anak kembar itu ditentukan oleh faktor genetik. Jika ada sanak saudara di keluarga yang memiliki riwayat serupa, maka peluang memiliki anak kembar juga cukup besar.
Tapi jangan khawatir, bagi Anda yang masih ingin memiliki anak kembar ada beberapa trik yang bisa dilakukan. Berikut adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kesempatan memiliki anak kembar.
1. Obat-obatan untuk kesuburan
Obat yang dapat meningkatkan kesempatan Anda untuk segera hamil kemungkinan juga memberikan peluang untuk melahirkan anak kembar. Obat kesuburan membuat seorang perempuan menghasilkan lebih dari satu telur selama ovulasi yang dapat menggabungkan dua sperma berbeda
2. Riwayat keluarga perempuan
Jika dalam keluarga seperti ibu, nenek atau sepupu pernah melahirkan bayi kembar, maka Anda juga lebih mungkin untuk melahirkan anak kembar.
3. Usia
Perempuan yang berusia lebih dari 35 tahun keatas saat melahirkan cenderung melahirkan anak kembar. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang lebih tua tampaknya lebih besar kesempatannya untuk hamil anak kembar dibanding perempuan yang lebih muda.
4. In Vitro Fertilization (IVF)
Jika Anda dan suami memutuskan untuk melakukan jalan IVF, maka sangat besar kemungkinan untuk memiliki bayi kembar. Karena dalam prosesnya bisa ditentukan jumlah sperma yang akan disuntikan ke dalam rahim.
5. Banyak mengonsumsi ubi
Menurut penelitian, ubi memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesempatan mendapatkan kelahiran kembar. Namun, tidak diketahui berapa banyak ubi yang Anda butuhkan untuk bisa mengandung anak kembar. (Boldsky)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak