Suara.com - Ketika memasak makanan yang digoreng tentu hal pertama yang Anda lakukan adalah meniriskannya untuk mengurangi kandungan minyaknya. Dan tak sedikit yang menggunakan kertas koran sebagai alas untuk meniriskan makanan tersebut
Tapi, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini menyimpan bahaya bagi kesehatan? Ya, seperti dilansir laman Zeenews, makanan yang digoreng rentan terpapar senyawa kimia yang terdapat pada koran. Itulah sebabnya menggunakan alas atau bahkan bungkusan koran untuk makanan merupakan langkah yang berbahaya.
Berikut beberapa masalah kesehatan serius yang bisa dipicu oleh penggunaan koran sebagai bungkus atau alas peniris makanan.
1. Kanker
Tinta yang digunakan dalam koran sangat berbahaya dan rentan diserap oleh makanan sehingga memicu risiko kesehatan yang serius termasuk kanker. Pasalnya, senyawa kimia yang terdapat dalam tinta koran akan mengendap di tubuh dan memicu pertumbuhan sel-sel kanker yang ganas.
2. Bahaya pada ginjal dan paru-paru
Koran juga mengandung zat grafit dan jika tertelan bisa membuat tubuh Anda teracuni sehingga menyebabkan masalah yang berhubungan pada paru-paru dan ginjal sebagai organ ekskresi.
3. Masalah pada kesehatan pencernaan dan hormon
Pelarut kimia yang terdapat pada tinta koran juga mempengaruhi kesehatan pencernaan dan keseimbangan produksi hormon dalam tubuh.
Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mencegah bahaya ini?
Anda bisa menggunakan kertas tisu atau kertas makanan untuk menyerap minyak yang berlebihan pada makanan. Kedua jenis kertas ini relatif lebih aman untuk penggunaan pada makanan.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Pemulung Ungkap Kejamnya Anak Buah Penguasa Kalijodo
Berita Terkait
-
5 Pilihan Makanan Instan untuk Sahur Anti-Ribet dan Hemat Waktu
-
Belajar dari China, Sampah Makanan MBG Berpotensi Jadi Biodiesel
-
Kulkas yang Mendadak Jadi Obesitas di Bulan Suci
-
Hati-hati, 5 Makanan Ini Sebaiknya Tidak Dipanaskan Kembali untuk Menu Sahur
-
Ingin Kulit Glowing Saat Lebaran? Ini 5 Makanan yang Wajib Dikonsumsi Menurut Dokter
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang