Suara.com - Tanya:
Selamat sore Dokter,
Saya perempuan usia 24 tahun, sudah menikah dan kini sedang hamil 8 bulan. Hampir 3 minggu yang lalu saya terpeleset, hingga lutut kanan saya bengkak selama hampir 2 minggu.
Yang saya lakukan hanya mengompres dan memberi dengan parem kocok saja, Dok, karena saya hamil dan saya takut meminum obat tanpa resep. Saya belum periksa ke dokter untuk keluhan cedera ini, karena keadaan baru sedikit membaik beberapa hari ini. Tapi mengapa kini hampir 3 minggu berlalu lutut kanan saya belum bisa ditekuk sempurna, Dok? Baru sedikit saja, Dok, bisa ditekuknya.
Saya hamil dengan berat 80 kg dan tinggi 160 cm. Apakah ada hubungannya juga dengan berat badan saya terhadap cedera lutut? Dan kira-kira, bisakah lutut saya kembali normal? Butuh waktu berapa lama untuk penyembuhannya? Menurut Dokter, apa yang harus saya lakukan agar lutut bisa kembali normal? Terima kasih.
MR
Jawab:
Halo, selamat sore Saudari MR,
Ketika lutut mengalami cedera bisa menimbulkan rasa nyeri, memar, atau bengkak. Ketiga hal tersebut bisa diderita selang beberapa menit setelah seseorang mengalami cedera lutut.
Terjepitnya jaringan saraf atau rusaknya pembuluh darah adalah dua kondisi yang umumnya terjadi dan menjadi penyebab rasa sakit. Akibat lain yang biasa ditimbulkan akibat cedera lutut adalah mati rasa pada kaki bagian bawah.
Selain itu, kaki bagian bawah bisa jadi merasakan lemah, dingin, kesemutan, kebiruan, atau pucat. Penyebab lutut mengalami cedera secara tiba-tiba bisa dikarenakan oleh benturan langsung pada lutut. Selain itu, lutut bisa mengalami cedera karena menjadi tumpuan saat memutar tubuh, jatuh, atau menekuk lutut.
Cedera lutut secara tiba-tiba biasa disebut cedera akut. Karena cedera lutut bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, maka kita harus mengetahui langkah perawatannya.
Sebagai langkah awal, untuk mengurangi risiko cedera, jangan membawa barang atau memberikan beban terlalu berat pada lutut karena bisa menambah tingkat keparahannya.
Mengingat hal ini sudah tiga minggu belum juga terdapat perubahan yang baik dan mengingat Anda sedang hamil, maka ada baiknya untuk dilakukan pemeriksaan segera terhadap lutut Anda kepada dokter agar dilakukan pemeriksaan secara langsung dan diberikan pengobatan yang tepat dan aman untuk kondisi Anda saat ini.
Terima kasih, semoga jawaban yang di berikan dapat bermanfaat untuk Anda.
Dijawab oleh dr. Deffy Leksani
Sumber: www.meetdoctor.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak