Suara.com - Tanya:
Selamat siang Dokter,
Saya terkena penyakit trikomoniasis. Oleh dokter, saya dianjurkan untuk minum antibiotik. Antibiotik jenis apa yang harus saya beli untuk mengatasi keluhan saya, Dok? Terima kasih.
LK
Jawab:
Selamat malam Saudari LK,
Sebelum menjawab pertanyaan Anda, terlebih dahulu saya jelaskan mengenai trikomoniasis. Ini merupakan salah satu dari Penyakit Menular Seksual (PMS).
Trikomoniasis paling sering menyerang perempuan, namun lelaki juga dapat terinfeksi dan menularkan penyakit ini ke pasangannya lewat kontak seksual. Pada perempuan tempat yang paling sering terinfeksi adalah vagina, sedangkan pada lelaki tempat infeksi paling sering adalah saluran kemih.
Anda juga perlu mengetahui bahwa penularan trikomoniasis terjadi tidak hanya saat melakukan kontak seksual. Seorang pengidap trikomoniasis dapat menularkan parasit pada orang lain melalui pinjam meminjam handuk dan pakaian dalam.
Untuk menghambat dan mencegah penularan disarankan untuk menjaga kebersihan alat vital, tidak berganti-ganti pasangan seksual, serta mengenakan kondom.
Beberapa keluhan akibat trikomoniasis antara lain:
Pada perempuan
1. Pengidap trikomoniasis kerap merasa gatal, serta timbul rasa panas pada instrument kewanitaannya. Terkadang disertai dengan keputihan.
2. Timbul rasa sakit saat melakukan hubungan badan.
3. Keputihan akut berupa busa atau berdarah.
4. Nyeri perut bagian bawah saat melakukan hubungan seksual.
Pada laki-laki
1. Keluhan saat buang air seni
2. Nyeri pada testis
3. Ngilu di bagian bawah perut
Gejala trikomoniasis pada lelaki yang terinfeksi biasanya akan hilang dalam beberapa minggu tanpa pengobatan. Namun, lelaki yang terinfeksi tersebut, walaupun tidak pernah memperlihatkan gejala atau gejalanya sudah tidak ada, dapat terus menularkan ke pasangan seksualnya sampai ia selesai diobati.
Oleh karena itu, kedua pasangan seksual tersebut harus diobati sekaligus untuk menghentikan penyebaran penyakitnya.
Penderita yang sedang diobati disarankan tidak melakukan hubungan seksual selama pengobatan dan sebelum dinyatakan sembuh. Orang yang pernah terkena trikomoniasis tidak berarti jadi immun atau tidak terkena lagi.
Walaupun pengobatannya berhasil, orang tersebut dapat terkena infeksi kembali.
Nah, bila Anda sudah diperiksa dengan diambil swab vagina dan didapatkan trichomonas, terapinya adalah metronidazole 2 gram single dose (diminum hanya sekali itu saja).
Jika belum memeriksa swab vagina, saya sarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter.
Demikian penjelasannya. Terima kasih, semoga membantu.
Dijawab oleh dr. Santri Dwizamzami Faridahanum
Sumber: www.meetdoctor.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?