Tak sedikit orang yang menyikat gigi terlalu kasar karena ingin membersihkan gigi lebih maksimal. Tapi tahukah Anda bahwa kebiasaan ini justru bisa memicu masalah pada gigi Anda?
Menurut Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Farichah Hanum, kebiasaan menyikat gigi terlalu keras dapat memicu abrasi gigi, yakni kondisi dimana lapisan luar yang melindungi gigi menjadi terkikis. Hal ini membuat gigi terasa linu ketika mengigit.
"Jika lapisan terluar dari gigi hilang, maka lapisan dalam menjadi tidak terlindungi. Akibatnya gigi mudah terasa linu," ujar Farichah Hanum pada 'World Oral Health Day' di Jakarta, belum lama ini.
Rasa linu yang timbul ini, lanjut Hanum dipicu oleh terbukanya lapisan gigi yang disebut dentin. Bagian inilah yang membuat seseorang akan merasa linu ketika mengonsumsi makanan yang terlalu panas atau dingin.
Ia juga menekankan agar seseorang menghindari menggunakan sikat gigi dengan bulu yang terlalu keras.
"Jadi jangan menyikat gigi terlalu keras. Gunakan bulu sikat yang lembut dan menyikatlah secara benar," imbuhnya.
Menyikat gigi merupakan salah satu cara untuk meenjaga kebersihan rongga mulut. Manfaatnya pun tak hanya berdampak pada kesehatan gigi, tapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Seperti diketahui, infeksi di rongga mulut juga dapat menjalar ke organ tubuh lainnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh