Suara.com - Siapa yang tak mau memiliki anak cerdas? Setiap orangtua tentu mengidamkan hal ini. Tapi, pernahkah Anda mencari tahu faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kecerdasan anak Anda?
Menurut pakar tumbuh kembang anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, dr Soedjatmiko, ada dua faktor utama yang dapat mempengaruhi minat dan potensi yang mengasah kecerdasan anak.
Menurut dia, dua faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak adalah internal dan eksternal. Faktor internal bisa berupa faktor genetik, biologis, psikologis.
"Faktor genetik mungkin agak susah diubah, tapi faktor lain seperti gaya hidup dan gizi bisa dimodifikasi. Kalau faktor eksternal contohnya dari model, stimulasi, pengaruh ayah, ibu, pengasuh, guru, sekolah, TPA, buku, gadget, dan lainnya,” ujar Soedjatmiko dalam acara peluncuran kampanye “Tumbuh Aktif, Temukan Hebatmu” yang dihelat Anchor Bonetto di Jakarta, Rabu (13/4/2016).
Faktor-faktor ini, lanjut dia, akan mengaktifkan dan melatih kemampuan internal anak yang terdiri dari lima alat sensorik atau indera. Stimulasi melalui faktor-faktor ini kemudian diproses dalam otak dan diekspresikan dalam bentuk potensi verbal, gerak yang membentuk keahlian atau kecerdasan tertentu.
“Potensi ini akan lebih terstimulasi jika didukung dengan gizi seimbang dan lengkap yang dikonsumsi anak. Karena untuk mengaktifkan sistem sensorik bahan bakarnya berupa nutrisi. Sehingga penting bagi anak mendapat gizi sehat dan seimbang," imbuh Soedjatmiko.
Ia juga mengingatkan agar anak mendapat tidur yang cukup. Durasi tidur yang sesuai memiliki manfaat yang sama pentingnya dengan asupan makanan yang dikonsumsi anak.
"Kalau di kamar tidur juga sebaiknya tidak disediakan televisi agar anak mendapatkan durasi tidur yang cukup dan berkualitas. Selain itu jangan lupa untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan," pungkas Soedjatmiko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?