Suara.com - Seiring dengan bertambahnya usia, maka fungsi tubuh pun mengalami penurunan. Menurut penelitian, tercatat ada empat masalah utama yang dihadapi seseorang saat mulai memasuki usia 50-an. Yakni waktu dan kualitas tidur yang berkurang, jumlah makanan dan minuman yang diasup semakin sedikit, fungsi organ tubuh dan kemampuan fisik yang menurun, serta gangguan buang air.
Dari empat masalah ini, gangguan buang air mungkin yang paling merepotkan. Karena, gangguan buang air bisa memicu ketiga gangguan lainnya. Sementara, survei yang dilakukan Unicharm menunjukkan bahwa 25 persen orang berusia di atas 50 tahun mengalami inkontinensia.
“Ketika memasuki usia 50 tahun, kondisi tubuh seseorang mengalami banyak penurunan termasuk mengendurnya otot panggul yang menyebabkan kebocoran urin (inkontinensia) sehingga seseorang tidak bisa menahan buang airnya. Akibatnya seseorang harus sering ke toilet dan buang air dan kadang jika tidak bisa menahan, buang air terpaksa dilakukan di tempat umum," ujar pakar urologi dr. Anggie Novaldy Sp di sela peluncuran popok celana dewasa, Lifree dari Unicharm, pekan lalu di Jakarta.
Anggie menambahkan, inkontinensi umumnya terjadi pada mereka yang berusia lanjut.Namun, tak tertutup kemungkinan mereka yang berusia lebih muda juga mengalami hal yang sama.
Pada orang tua, inkontinensi membuat aktifitas sehari-hari jadi terbatas karena harus sering-sering ke toilet. Jika kondisi ini dibiarkan terus berlanjut dapat menyebabkan kurangnya rasa percaya diri dan menurunkan kualitas hidup orang tua.
Untuk mengatasi hal ini, penggunaan popok celana dewasa bisa menjadi solusi.
“Popok tidak berfungsi sebagai pengganti fungsi toilet. Pemakainya harus tetap menggunakan toilet untuk buang air, namun dengan mengenakan popok celana dewasa yang mudah dipakai, konsumen dapat tetap nyaman beraktiiftas lebih leluasa tanpa perlu was-was akan kebocoran urin,” jelas Brand Manager Lifree, Daisuke Negishi.
Ia menambahkan dengan memilih jenis dan mengenakan popok celana dewasa Lifree yang tepat, orang tua dapat mengatasi masalah buang air, dan menjadikan hidupnya lebih mandiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi