Suara.com - Banyak orangtua yang tak terlalu memikirkan asupan nutrisi seimbang bagi anak-anak mereka. Padahal, asupan nutrisi sangat penting, apalagi dalam usianya yang masih tumbuh dan berkembang.
Asupan nutrisi yang seimbang, kata Pemerhati Gaya Hidup, Dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, juga sangat bermanfaat untuk digunakan anak dalam aktivitas sehari-hari, kebutuhannya untuk tambah tinggi dan pemenuhan hormon pertumbuhan.
"Biasanya ibu-ibu sekarang tidak terlalu memikirkan nutrisi anak. Cuma yang penting anaknya dikasih makan. Padahal nanti hasil akhirnya tidak sama. Sesuaikan apa yang dia makan dengan aktivitas apa yang anak lakukan," katanya di Jakarta, belum lama ini.
Setiap anak, lanjut Grace, memiliki kebutuhan kalori dan nutrisi yang berbeda, karena tergantung pada tingkat aktivitas anak dan ukuran tubuhnya. Dia mencontohkan, kebutuhan gizi anak usia sekolah yakni 7-12 tahun, membutuhkan 49 gram protein, 1000 mg kalsium dan 10 mg zat besi untuk kebutuhan energi satu hari penuh atau 1850 kalori per hari.
Sementara bagi anak usia 10-12 tahun, kebutuhan kalorinya berbeda untuk anak lelaki dan perempuan. Di mana 2100 untuk anak lelaki dan 2000 untuk anak perempuan.
Selain itu, lanjut Grace, kebutuhan asupan nutrisi seimbang juga tak hanya sebatas pada karbohidrat, protein, hingga lemak saja. Melainkan vitamin-vitamin yang juga sangat dibutuhkan untuk masa pertumbuhan mereka, seperti vutanin B untuk metabolisme tubuh dan membentuk sel darah.
"Mudahnya, piring dibagi tiga, separuh yang atas sayur dan buah untuk memenuhi vitamin dan mineral. Sepertiga bawah bagian kanan, nasi atau mie, pilih salah satu. Jangan makan nasi dengan mie, atau bisa juga kentang. Sepertiganya lagi yang sebelah kiri isi dengan protein, seperti telur, tempe, ikan," jelas dia.
Kebutuhan gizi yang optimal tersebut, lanjut Grace, sangat mendukung bagi kegiatan mereka sehari-hari seperti belajar, bermain ataupun berolahraga.
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi