Indonesia-Brasil Jajaki PTA Mercosur, Pintu Masuk Produk RI ke Pasar Amerika Latin Terbuka

Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:04 WIB
Foto sebagai ilustrasi pasar global, perdagangan internasional. (pixabay.com)
  • Menteri Perdagangan Indonesia Budi Santoso bertemu Menteri Brasil Márcio Fernando Elias Rosa di Jaipur, India, pada 9 Agustus 2026.
  • Kedua negara membahas pembentukan Preferential Trade Agreement Indonesia-Mercosur guna memperluas akses pasar serta memperkuat kerja sama perdagangan secara bertahap.
  • Brasil menyambut usulan tersebut untuk ditindaklanjuti, mengingat total perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD3,53 miliar pada periode Januari hingga Juni 2026.

Suara.com - Indonesia dan Brasil membahas penguatan kerja sama perdagangan melalui opsi pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) Indonesia-Mercosur.

Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas akses pasar produk kedua negara sekaligus menjadi tahap awal menuju kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan Indonesia terbuka dengan pembentukan PTA sebagai langkah pragmatis untuk memperkuat hubungan perdagangan dengan Mercosur.

“Indonesia terbuka dengan opsi PTA sebagai langkah awal untuk memperkuat kerja sama perdagangan dengan Mercosur. Kami berharap, kerja sama PTA dapat berkembang menjadi kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif. Kami juga berharap Brasil dapat membantu membangun kesepakatan di antara negara-negara anggota Mercosur dan mendorong kemajuan proses negosiasi Indonesia–Mercosur PTA,” ujar Budi kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).

Hal tersebut disampaikan Budi saat bertemu Menteri Pembangunan, Industri, Perdagangan, dan Jasa Republik Federasi Brasil Márcio Fernando Elias Rosa di Jaipur, India.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan kerja sama perdagangan Indonesia dan Brasil. Opsi PTA diajukan sebagai alternatif karena negosiasi Indonesia-Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) belum berjalan secara efektif.

Budi memahami dinamika di antara negara-negara anggota Mercosur, termasuk perbedaan pandangan mengenai format kerja sama perdagangan dengan Indonesia, turut memengaruhi perkembangan negosiasi CEPA.

Melalui PTA, Indonesia ingin membangun kerja sama perdagangan secara bertahap dengan Mercosur. Dalam jangka panjang, kerja sama tersebut diharapkan berkembang menjadi kemitraan ekonomi yang lebih luas.

Kerja sama perdagangan Indonesia dan Brasil juga diarahkan untuk membuka akses pasar di masing-masing kawasan.

Brasil dinilai dapat menjadi pintu masuk produk Indonesia ke pasar Amerika Latin. Sebaliknya, Indonesia dapat menjadi pintu masuk produk Brasil menuju pasar Asia.

“Kerja sama perdagangan Indonesia dan Brasil tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara, tetapi juga dapat membuka akses yang lebih luas ke kawasan masing-masing. Brasil dapat menjadi pintu masuk bagi produk Indonesia ke pasar Amerika Latin, sementara Indonesia dapat menjadi pintu masuk bagi produk Brasil ke pasar Asia,” jelas Budi.

Menteri Márcio menyambut usulan Indonesia dan menyatakan terbuka untuk melanjutkan pembahasan kerja sama Indonesia-Mercosur. Selanjutnya, Brasil akan mempelajari usulan tersebut.

Dari sisi perdagangan, hubungan ekonomi kedua negara memiliki nilai yang cukup besar. Total perdagangan Indonesia dan Brasil pada Januari-Juni 2026 mencapai USD3,53 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD1,17 miliar.

Sepanjang 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD7 miliar. Sementara ekspor Indonesia ke Brasil tercatat USD2,21 miliar.

Produk utama ekspor Indonesia ke Brasil meliputi lemak dan minyak hewani dan nabati, kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan listrik, karet dan barang dari karet, serta bahan bakar mineral.

Adapun produk utama yang diimpor Indonesia dari Brasil mencakup ampas dan sisa industri makanan, gula dan kembang gula, kapas, tembakau, serta bijih, kerak, dan abu logam.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com