Suara.com - Dalam beberapa kasus, serangan jantung terjadi saat seseorang olahraga. Namun setelah diperiksa, pasien tidak mengalami penyumbatan pembuluh darah pada jantungnya.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Pakar gizi dan kebugaran, Emilia Achmadi mengatakan bahwa serangan jantung tak melulu disebabkan oleh pola makan tak sehat yang selama ini dikaitkan dengan tinggi lemak dan kolesterol. Hampir separuh kasus serangan jantung, menurutnya, disebabkan karena jantung berhenti berdetak.
"Alasan jantung berhenti berdetak karena otot jantung mengalami kram. Karena nggak hanya otot kaki saja yang kram, jantung juga bisa kram," ujar Emilia pada temu media bersama Synergy Worldwide Indonesia di Jakarta, Selasa (19/7/2016).
Kram otot jantung, lanjut dia, dipicu oleh kurangnya asupan kalsium. Untuk berkontraksi, jantung membutuhkan kalsium yang cukup sebagai bahan bakar. Sementara saat relaksasi, dibutuhkan magnesium.
"Kalau kurang kedua nutrisi ini maka jantung bisa berhenti berdenyut yang pada gilirannya menyebabkam serangan jantung," tambah dia.
Sumber kalsium, lanjut Emilia, tak hanya bisa diperoleh dari susu. Berbagai makanan seperti ikan sarden, kacang merah, almond, sawi hijau juga kaya akan kalsium. Yang pasti, tambah dia, setiap orang harus memenuhi asupan kalsium sebanyak 900-1000 mg per hari.
"Tapi berapa banyak sayuran yang bisa kita konsumsi untuk mencukupi 1000 mg setiap hari. Jadi memang suplementasi membantu menyempurnakan jumlah asupan, bukan untuk menggantikan. Suplementasi juga harus dikombinasikan dengan aktivitas fisik dan pola makan yang sehat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya