Anda mungkin tak pernah menyadari bahwa kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan sehari-hari bisa mempengaruhi kualitas sperma.
Sebuah studi terkini yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology, menunjukkan bahwa menonton televisi berdampak negatif terhadap sperma lelaki. Sperma seperti tak punya kekuatan untuk berenang.
Untuk mendapatkan temuan ini peneliti mengamati lebih dari 1200 laki-laki muda sehat dan mengumpulkan informasi mengenai kebiasaan mereka dalam menonton televisi dan duduk di depan layar komputer. Penelti juga mengambil sampel darah dan air mani mereka.
Hasil menunjukkan, lelaki yang menonton televisi lima jam sehari memiliki jumlah sperma 30 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang menonton televisi.
Lelaki yang menonton televisi juga memiliki kadar testosteron lebih rendah. Bahkan, semakin lama mereka menonton televisi, semakin rendah tingkat testosteron mereka.
Anehnya, kebiasaan menatap layar komputer tidak menunjukkan penurunan jumlah sperma. Peneliti menyimpulkan bahwa gaya hidup tak aktif dapat menurunkan kualitas dan jumlah sperma.
Jadi, jika Anda adalah lelaki yang gemar menghabiskan waktu berjam-jam lamanya untuk menonton pertandingan bola di televisi maka imbangi hal ini dengan aktivitas fisik setelahnya. (Menshealth)
Tag
Berita Terkait
-
Paus Sperma Sepanjang 10 Meter Terdampar di Kolaka
-
Waspada! Pria Alami Sperma Kosong hingga Sulit Punya Buat Hati, Dokter Ungkap Sebabnya
-
Paus Sperma Sepanjang 20 Meter Terdampar di Situbondo
-
Kenapa Cek Sperma Jadi Prioritas dalam Program Kehamilan? Ini Kata Pakar
-
Mengapa Sperma Salmon Jadi Tren Perawatan Anti-Aging Terbaru?
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius