Suara.com - Tak sedikit, para busui (ibu menyusui) yang beranggapan bahwa kondisi tak fit merupakan pantangan dalam memberikan ASI (Air Susu Ibu). Dikhawatirkan, anak akan tertular akibat konsumsi ASI dari ibu yang sedang sakit.
Namun benarkah anggapan ini? Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Mia Susanto mengatakan bahwa pada kasus sakit yang ringan seperti batuk, pilek, demam dan diare, busui masih diperbolehkan memberikan ASI-nya secara langsung kepada buah hatinya.
"Kalau cuma batuk, pilek, demam masih aman bagi ibu untuk memberikan ASI kepada si kecil. Yang harus diwaspadai adalah jika ibu sedang menjalani pengobatan kemoterapi," ujar Mia pada temu media Indonesia Maternity, Baby & Kids Expo (IMBEX) 2016 di Jakarta, Jumat (25/11/2016).
Meski demikian, bukan berarti pemberian ASI terhadap bayi menjadi terhenti. Ada banyak cara yang bisa dilakukan ibu yang sedang menjalani kemoterapi untuk tetap bisa memberikan ASI kepada si kecil, salah satunya dengan mencari donor ASI.
Pada kesempatan yang sama, konselor ASI Farahdiba menambahkan, menyusui sebenarnya memiliki manfaat dalam meningkatkan imunitas ibu. Sehingga ketika menyusui, justru antibodi akan terbentuk dan membantu tubuh ibu menangkal serangan virus penyebab masalah demam, batuk, dan pilek.
"Risiko penularan memang ada tapi bukan lewat ASI melainkan udara. Jadi pastikan kalau sedang batuk pilek menyusuinya pakai masker sehingga virus tidak masuk ke tubuh bayi. Biasakan juga untuk selalu mencuci tangan," tambah dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh