Suara.com - Cuaca cerah seringkali dikeluhkan banyak orang karena menghasilkan panas yang cukup menyengat kulit. Padahal tak sedikit penelitian yang mengaitkan dampak paparan sinar matahari dengan kesehatan tulang dan suasana hati yang meningkat karena kandungan vitamin D didalamnya.
Apalagi sebuah studi terbaru yang dilakukan peneliti di Georgetown University Medical Center menemukan bahwa paparan sinar matahari juga mendatangkan manfaat lainnya bagi kesehatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinar matahari memberikan energi pada sel T. Pada gilirannya, hal ini membuat kekebalan tubuh akan meningkat dan memberi kemampuan dalam melawan infeksi.
"Secara khusus tim kami menemukan bahwa cahaya biru dalam sinar matahari membuat sel T bergerak lebih cepat sehingga kekebalan tubuh dalam melawan infeksi juga meningkat," ujar peneliti Gerard Ahern.
Ahern menyebut, temuan ini memperjelas studi sebelumnya yang lebih banyak menyoroti manfaat Vitamin D pada paparan sinar matahari. Seperti manfaat berenang selama 30 menit di luar ruangan yang dapat meningkatkan kadar Vitamin D untuk kesehatan tulang yang lebih baik dan menurunkan risiko kanker.
Meski demikian, Ahern menyebut, ada periode waktu yang disarankan untuk mendapat manfaat dari paparan sinar matahari. Yakni sebelum pukul 10.00 siang dan di atas pukul 16.00 sore. [Medical Daily]
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya