Suara.com - Sebuah studi terkini mengungkap manfaat mandi sebelum tidur yang mungkin belum banyak dilakukan orang. Anggapan bahwa mandi malam dapat menyebabkan penyakit rematik menjadi alasannya.
Namun, menurut studi yang dilakukan Center for Sleep Medicine di New York, mandi sebelum tidur dapat membantu Anda mendapatkan tidur yang nyenyak dan lebih rileks.
"Mandi adalah proses pendinginan tubuh yang merangsang hormon oksitosin atau kebahagiaan untuk mengusir stres dan membuat Anda tertidur," ujar Dr. Dianna Augelli selaku peneliti.
Lalu kapan waktu yang tepat untuk mandi? Dianna mengatakan beri jarak 90 menit sebelum tidur untuk mandi. Mandi pada waktu tersebut, kata dia, dapat memberi sinyal pada tubuh bahwa Anda telah siap untuk beristirahat.
"Biasanya ditandai dengan rasa kantuk setelah mandi," tambah dia.
Mungkin beberapa saat setelah mandi, tubuh tampak lebih segar. Namun seiring berjalannya waktu Anda akan mengalami proses pendinginan yang mendatangkan rasa kantuk luar biasa. Dalam tahap ini Anda akan mulai tertidur nyenyak dan bangun dalam kondisi segar bugar keesokan harinya. [Menshealth]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak