Suara.com - Orang yang pendiam sering dianggap sebelah mata bahkan di dunia pergaulan cenderung memiliki teman yang sedikit. Namun tahukah Anda bahwa sifat pendiam ternyata tak selamanya negatif.
Saat meditasi misalnya, diam selama beberapa menit sembari mengatur sistem pernapasan dapat membawa ketenangan batin yang pada gilirannya mempertajam fokus Anda. Jadi, bila Anda termasuk orang yang pendiam jangan berkecil hati, karena sifat ini tetap bermanfaat bagi kesehatan.
Berikut beberapa alasan mengapa diam itu menyehatkan, seperti dilansir Boldsky.
1. Mengasah konsentrasi
Diam selama beberapa saat dapat membantu mengasah konsentrasi Anda. Cobalah untuk diam selama 3 menit setiap jam sembari menghapus pikiran yang mengganggu. Hal ini akan membantu Anda untuk fokus dan produktif dalam bekerja.
2. Merangsang pertumbuhan sel otak baru
Sebuah studi terkini menemukan bahwa diam dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak yang bertanggung jawab untuk menyimpan memori. Jadi selama Anda diam, kemampuan mengingat terus diasah.
3. Mengatasi stres
Jika Anda merasa stres, cobalah untuk menyendiri dan diam selama beberapa menit. Atur napas Anda selama diam. Menurut para ahli, hal ini bisa mengurangi tingkat stres Anda. Dalam keheningan, hormon kebahagiaan diproduksi untuk mengusir hormon stres.
4. Insomnia
Insomnia atau kesulitan tidur menjadi masalah bagi masyarakat urban. Stres karena beban hidup menjadi salah satu alasannya. Cobalah atasi hal ini dengan meditasi. Proses diam selama meditasi membantu Anda mendapat tidur lebih nyenyak.
5. Menetralisir pikiran dari racun
Terlalu banyak bicara apalagi dalam konteks negatif seringkali meracuni pikiran kita. Untuk itu, diam merupakan salah satu solusi membebaskan pikiran dari racun. Pikiran yang positif akan membantu Anda mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi