Suara.com - Melemparkan candaan yang berujung tawa pada orang-orang di sekitar ternyata menyimpan manfaat lain. Selain menghibur, studi terkini yang dilakukan peneliti di University of Southern California menemukan bahwa melawak juga mengasah kreativitas seseorang.
Dalam sebuah uji coba, bagian korteks prefrontal medial otak orang yang senang melawak cenderung lebih aktif ketimbang mereka yang pendiam. Hal ini membuat mereka memiliki fungsi kognitif yang lebih tinggi.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang lebih berpengalaman dalam melempar lelucon memiliki lebih teraktivasi di lobus temporal otak. Di mana bagian ini berfungsi menerima informasi dan menyimpannya di dalam otak," kata peneliti Irving Biederman seperti dilansir laman Medical Daily.
Menurut peneliti, profesi komedian tak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, membuat orang tertawa merupakan suatu tindakan yang membutuhkan kreativitas tinggi. Semakin tinggi intensitas seseorang melawak, maka semakin kreatif pula kemampuan otaknya.
"Humor adalah salah satu metode untuk mengasah kreativitas. Selain itu, mereka yang berprofesi sebagai komedian juga mendorong produksi hormon oksitosin yang membuat penontonnya merasa bahagia," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?