Suara.com - Banyak yang mengatakan bahwa seorang ibu rumah tangga menghabiskan waktu antara 6 hingga 13 jam seminggu untuk memasak di dapur. Di antara waktu itu, banyak di antaranya justru dihabiskan untuk menunggu makanan dimasak, menunggu oven panas, atau untuk menunggu air di panci mendidih.
Kini para ahli telah datang dengan ide dan cara khusus, agar saat memasak ibu-ibu dapat mengisi waktunya secara produktif, tepatnya dengan melakukan beberapa latihan lima menit yang sederhana.
Instruktur yoga Britt McVicar dan ahli terapi fisik Erika Mundinger mengatakan kepada The Kitchn bahwa melakukan olahraga kecil-kecilan ini dapat memperbaiki kesehatan fisik maupun juga mental. Jadi, kini Anda bisa menunggu makanan dimasak sambil melakukan beberapa latihan kecil berikut:
1. Sink Squats
Anda bisa menggunakan permukaan area mencuci piring untuk melakukan jongkok. Berdiri di wastafel dan istirahatkan tangan di atas meja. Jaga punggung tetap lurus, tekuk lutut, dan turunkan posisi duduk. Berdiri tegak lagi, dan ulangi posisi tersebut beberapa kali.
2. Star Jumps
Ini adalah latihan yang mudah, tapi berdampak tinggi untuk dilakukan saat sedang menunggu di dalam dapur. Cukup lompat ke udara, lepaskan kaki dan lengan dalam bentuk bintang. Ulangi selama 40 detik, sebelum beristirahat 20 detik.
3. Wall Push-ups
Lain kali jika Anda memiliki beberapa menit luang saat memasak, belok ke dinding, dan lakukan beberapa gerakan sederhana pada dinding. Berdiri menghadap dinding dan kemudian rampingkan tubuh dengan telapak tangan terlentang di atas dinding pada ketinggian bahu, sebelum akhirnya buat gerakan mendorong dinding naik-turun.
4. Lunges
Jika dapur cukup besar, cobalah melakukan beberapa gerakan. Jaga tubuh bagian atas tetap lurus dan libatkan tubuh bagian inti. Maju dengan satu kaki sampai kedua lutut ditekuk pada sudut kanan 90 derajat. Ulangi terus, sebelum berbalik dan bergerak ke arah lain.
5. Locust Pose
Jika Anda sudah menunggu lama makanan untuk dimasak, cobalah beberapa yoga santai. Contohnya pose locust ini, yang dapat membantu kerusakan akibat dari duduk sepanjang hari.
Jika Anda adalah seorang penggemar yoga, melakukan pose favorit adalah cara yang baik. Tetapi jika Anda seorang pemula, mulailah dengan gerakan sederhana namun dapat memperkuat tubuh. Berbaringlah di lantai (di atas tikar) dan hembuskan napas, angkat kepala ke atas, rentangkan lengan ke belakang dan angkat kaki ke udara. Tahan selama dua sampai enam kali napas, lalu rileks dan ulangi.
https://www.dailymail.co.uk/femail/food/article-4454662/The-five-minute-exercises-COOKING.html
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?