Suara.com - Orang yang terpapar polusi, terutama hasil pembakaran mesin diesel berisiko lebih besar mengalami serangan jantung, gagal jantung hingga kematian.
Menurut peneliti Nay Aung dari Queen Mary University of London, udara dengan konsentrasi PM 2.5 merupakan salah satu polutan paling berbahaya.
Udara dengan polutan ini yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan peradangan sistemik, penyempitan pembuluh darah, kenaikan tekanan darah, yang pada gilirannya menurunkan fungsi jantung.
"Studi ini menemukan bahwa saat paparan polusi PM 2.5 meningkat, maka jantung akan mengalami pembengkakan dan fungsinya menurun. Kondisi ini meningkatkan kematian akibat penyakit jantung," ujar Aung seperti dilansir dari Boldsky.
Menurut peneliti, kondisi ini terjadi karena polutan PM 2.5 meningkatkan peradangan pada seluruh tubuh tak hanya paru-paru. Temuan didapat setelah peneliti menganalisis 4.255 peserta berusia di atas 62 tahun.
"Mengurangi emisi PM 2.5 harus menjadi prioritas kesehatan masyarakat. Pemerintah harus tegas terhadap pemilik kendaraan bermesin diesel agar polutan udara berbahaya bisa menurun," pungkas Aung.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi