Suara.com - Selain sebagai perintah agama, menjalani puasa pada prinsipnya adalah memberikan kesempatan kita untuk tetap hidup sehat. Puasa, kata seorang Nutrisionis Rita Ramayulis, adalah proses agar tubuh mengalami detoksifikasi atau pemmbuangan zat-zat beracun secara alami.
Namun sayangnya, manfaat berpuasa tidak akan didapatkan dengan baik jika asupan makanan yang masuk dalam tubuh, baik saat sahur, berbuka maupun ketika makan malam tidak diperhatikan dengan baik.
"Saat berbuka puasa, ada dua prinsip yang harus kita penuhi. Pertama, kita harus menggantikan cairan dan elektrolit dalam tubuh yang hilang dan kedua menaikan kadar glukosa darah menjadi stabil," jelas Rita.
Untuk menjalani dua prinsip tersebut, lanjut dia, bisa mengonsumsi kurma yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW, yakni kurma basah atau kering. Mengapa kurma? Karena, kata Rita, kurma memiliki berbagai kandungan yang bisa mengganti cairan dan elektrolit serta menaikan kadar glukosa darah menjadi stabil.
Dalam kurma, tambah dia ada serat, mineral, zat gula yang lengkap, yakni glukosa fruktosa dan sukrosa, vitamin, dan masih banyak lagi. Jika Anda tak terlalu suka dengan kurma, ada beberapa makanan yang sepadan dengan komposisi kurma.
"Bisa pisang, semangka, pepaya atau mangga. Buah-buahan ini mirip seperti kurma. Ada seratnya, mikro nutrien, kalium, sukrosa, fruktosa dan glukosa yang memelihara kestabilan gula darah dalam beberapa waktu ke depan," ungkap Rita.
Berbicara mengenai asupan gula, dia tidak menyarankan untuk berbuka dengan teh manis karena pemakaian gula dalam teh manis hanya mengandung sukrosa. Di dalamnya juga tak ada kandungan mineral yang bisa menggantikan cairan dan elektrolit tubuh.
Saat mengonsumsi teh manis, kadar glukosa darah memang akan meningkat, tapi secara berlebihan. Dan, akan turun kembali dengan cepat, sehingga gula darah tidak stabil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?