Suara.com - Tren di dunia kecantikan memang tak ada habisnya. Apalagi bagi perempuan, menjaga penampilan menjadi salah satu prioritas yang harus dipenuhi.
Mulai dari tren bedah plastik, pembesaran payudara dan kini teknik pengencangan vagina dengan sarang tawon yang mulai dilirik perempuan di dunia. Ya, sarang tawon sebagai penghasil madu diyakini memiliki manfaat bagi organ intim perempuan.
Tentu saja produk ini tidak dipasarkan sebagai sarang tawon secara utuh, namun dalam bentuk ekstrak. Diyakini, sarang tawon memilki sifat anti inflamasi, mengurangi keputihan, dan mengeyahkan rasa gatal dan bau tak sedap di vagina.
Namun Christine Greves, spesialis obgyn di Rumah Sakit Winnie Palmer menyebut penggunaan sarang tawon meski dalam bentuk ekstrak dapat berbahaya bagi organ intim. Bahkan, penggunaan produk ini dapat memicu vagina kering yang meningkatkan risiko infeksi seperti HIV.
"Bukannya membersihkan, ekstrak sarang tawon ini justru dapat menyebabkan bau tak sedap karena vagina kering sehingga bakteri masuk ke dalamnya," tambah dia.
Di samping itu, ekstrak sarang tawon ini juga dapat membuat Anda tak nyaman karena memasukkan benda asing ke dalam organ intim. Greves mengimbau, para perempuan yang ingin mengencangkan vagina, sebaiknya memilih teknik yang tepat dan teruji secara klinis. [Womenshealthmag]
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia