Suara.com - Selama ini, kita pasti mengira air putih tak memiliki rasa alias hambar. Jangan salah, fakta terbaru yang disampaikan para peneliti mungkin akan membuat kita terkejut.
Menurut mereka, air putih sebenarnya memiliki rasa, dan rasanya adalah asam. Tim peneliti dari Universitas Caltec yang dipimpin Profesor Yuki Oka, memonitor lidah tikus saat mencicipi air dan mengatasi sensor rasa yang dirangsang. Mereka menemukan, rasa air putih mirip seperti asam.
Tim kemudian menyarankan agar rasa air putih yang sebenarnya bisa dimasukkan ke dalam cita rasa keenam, selain manis, asam, asin, pahit, umami.
Mampu mencicipi air putih, lanjut Profesor Oka, bukan hanya kebetulan yang menarik. Mungkin ada alasan biologis untuk hal ini. Profesor Oka menjelaskan, pada dasarnya kita semua bisa merasakan rasa air putih.
"Lidah dapat mendeteksi berbagai faktor nutrisi utama, yang disebut tastants, seperti sodium, gula, dan asam amino. Melalui rasa, bagaimana kita merasakan air putih di mulut menjadi tidak diketahui. Banyak spesies serangga diketahui bisa mencicipi air, jadi kami membayangkan bahwa mamalia juga mungkin memiliki mesin dalam sistem rasa untuk deteksi air," ungkapnya. (Metro)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya