Suara.com - Memasuki usia ke-63 tahun, Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI baru saja merilis 35 seri video edukasi bagi kesehatan anak. Ketua IDAI Jakarta, Dr. dr. Rini Sekartini SP. A(k), mengatakan bahwa video tersebut merupakan salah satu cara yang dilakukan IDAI untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas.
"Kita ingin orangtua atau keluarga memiliki sumber informasi yang terpercaya," ucap Rini ketika ditemui Suara.com di Jakarta, Rabu, (14/6/2017).
Untuk membuat 35 seri video, Rini dan timnya melakukan persiapan cukup lama sejak Desember 2016 hingga akhirnya siap dirilis pada Juni 2017 ini. Beberapa topik yang dipilih diantaranya adalah masalah remaja, gawat darurat, masalah seputar bayi hingga diabetes melitus.
Beberapa waktu lalu, seri video buatan IDAI mendapatkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI sebagai seri edukasi kesehatan anak terbanyak dalam bentuk video.
Rencananya, ke-35 video tersebut akan diputar di tempat-tempat fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, Puskesmas hingga posyandu.
"Kebetulan kami lihat, di setiap rumah sakit ada TV untuk pemberian edukasi. Mereka selalu memutar edukasi tentang masalah kesehatan. Lalu kami punya ide, karena kami dokter anak, kami ingin membuat serial edukasi kesehatan anak," tutup Rini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?