Suara.com - Kita semua tahu bahwa mengonsumsi madu memiliki efek positif bagi kesehatan. Madu bahkan telah digunakan sebagai obat alami selama ribuan tahun.
Namun apa yang terjadi bila Anda mengonsumsi terlalu banyak madu? Nah, sebelum mengetahui jawabannya, kita perlu mengetahui dulu kandungan yang terdapat di dalam madu.
Satu sendok teh madu mengandung 5,8 gram karbohidrat. Semua karbohidrat di dalam madu berbentuk gula. Dibandingkan dengan gula per porsi, kandungan karbohidrat dan kalori madu sangat besar.
Setelah mengetahui hal ini, jelas terlihat bahwa madu dan gula masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama pada tubuh kita.
Berikut apa yang terjadi pada tubuh, jika kita terlalu banyak mengonsumsi madu, seperti yang dilansir dari laman Boldsky.
1. Meningkatkan kadar gula darah
Karena madu memiliki sejumlah besar karbohidrat, madu cenderung menaikkan kadar gula darah.
Pada orang sehat, produksi insulin dapat menetralkan kenaikan kadar gula darah, tetapi untuk penderita diabetes, seseorang bisa mengalami kenaikan abnormal pada levelnya. Oleh karena itu, madu tidak disarankan bagi penderita diabetes.
2. Masalah gigi
Menurut USDA National Nutrient Database, sekitar 82 persen madu terdiri dari gula dan dapat dengan mudah meningkatkan kerusakan gigi. Meskipun madu memiliki gula alami sebagai komponennya, namun dengan mudah menempel pada berbagai bagian mulut Anda, terutama gigi, karena viskositasnya yang tinggi.
Madu membantu bakteri di dalam mulut membentuk asam yang pada gilirannya menyebabkan erosi email gigi, sehingga mendorong kerusakan gigi. Jadi, lebih baik menggunakan madu secukupnya dalam makanan.
3. Penambahan berat badan
Madu mempromosikan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. Pelakunya adalah fruktosa yang hadir dalam makanan manis ini. Terlalu banyak fruktosa bisa menyebabkan obesitas dan masalah kesehatan terkait kadar gula yang tinggi. Meski alami, konsentrasi gula yang tinggi bisa mempengaruhi hati kita.
4. Mempengaruhi saluran gastrointestinal
Madu yang sedikit asam bisa mengikis lapisan perut, kerongkongan dan usus, sehingga menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan, jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Hal ini juga bisa menyebabkan penyakit yang disebut acid reflux.
5. Sembelit dan masalah perut
Konstipasi adalah masalah kesehatan lain yang timbul dari makan terlalu banyak madu. Konsentrasi tinggi fruktosa kembali menjadi alasan untuk hal ini. Efek samping lainnya adalah kembung dan diare. Diare bisa jadi akibat ketidakmampuan perut mencerna gula dalam madu.
6. Tekanan darah rendah
Madu memiliki bahan yang diperlukan untuk menurunkan tekanan darah jika dikonsumsi secara berlebihan. Jadi, akan ada risiko pada orang dengan tekanan darah rendah jika memiliki terlalu banyak madu, karena akan semakin berkurang, sehingga menyebabkan kerusakan fungsi jantung yang serius. Selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter yang baik mengenai jumlah asupan madu.
Dosis Madu yang Dianjurkan
Seperti yang telah diuraikan, efek madu dalam jumlah besar memberikan efek yang besar pula dalam sistem tubuh kita. Untuk itu, cobalah konsumsi madu kira-kira 10 sendok teh, yaitu 50 ml madu per hari.
Namun dosis ini tidak dapat dijamin, karena tingkat asupan optimal sangat bergantung pada diet, kondisi kesehatan dan gaya hidup seseorang. Orang yang aktif mungkin membutuhkan lebih banyak gula daripada yang tidak. Dengan demikian dosis yang dianjurkan bisa bervariasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem