- Penyakit tidak menular merupakan tantangan kesehatan utama yang dipicu faktor gaya hidup dan lingkungan secara perlahan.
- AstraZeneca menjalankan Young Health Programme untuk mencegah PTM dengan edukasi kesehatan usia 10-24 tahun.
- Program YHP menggunakan pendekatan komunitas dan edukasi sebaya untuk menciptakan agen perubahan kesehatan remaja.
Suara.com - Penyakit tidak menular (PTM) seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan menjadi tantangan kesehatan utama di Indonesia maupun global.
Berbeda dengan penyakit menular, PTM berkembang secara perlahan dan umumnya dipicu oleh kombinasi faktor gaya hidup, lingkungan, serta kurangnya literasi kesehatan sejak usia muda.
Tanpa upaya pencegahan yang konsisten, PTM berpotensi menurunkan kualitas hidup sekaligus membebani sistem kesehatan dalam jangka panjang.
Pencegahan PTM menjadi semakin krusial karena berbagai faktor risikonya—mulai dari kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, hingga paparan polusi udara—sering kali terbentuk sejak masa remaja.
Meski kerap dianggap sebagai kelompok yang relatif sehat, generasi muda justru berada pada fase penentu yang akan memengaruhi kondisi kesehatan mereka di masa depan. Investasi pada pencegahan sejak dini tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya generasi yang lebih produktif dan berdaya.
Dalam konteks inilah AstraZeneca, perusahaan biofarmasi global berbasis sains, mengambil peran melalui Young Health Programme (YHP).
Memasuki lima tahun pelaksanaannya di Indonesia, program ini berfokus pada pencegahan PTM dengan membekali generasi muda usia 10–24 tahun dengan edukasi kesehatan, keterampilan hidup sehat, serta ruang partisipasi untuk terlibat aktif sebagai agen perubahan di komunitas mereka.
Melalui pendekatan berbasis komunitas, edukasi sebaya, dan penguatan kepemimpinan muda, YHP mendorong anak muda untuk memahami risiko PTM sekaligus mengambil keputusan kesehatan yang lebih tepat dan terinformasi.
Program ini juga mengintegrasikan isu kesehatan lingkungan, termasuk dampak polusi udara dan perubahan iklim, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran akan keterkaitan antara kesehatan manusia dan kondisi lingkungan.
Baca Juga: Festival of Twenties 2025 "Into the Unknown"
“Young Health Programme merupakan inisiatif holistik yang membekali generasi muda dengan pengetahuan, ruang partisipasi, dan kepercayaan diri agar mampu berperan aktif dalam menjaga serta memperjuangkan kesehatan mereka,” ujar Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay.
Ia menambahkan bahwa pilar YHP selaras dengan komitmen perusahaan dalam mendorong kesetaraan kesehatan dan memperkuat ketahanan sistem kesehatan, sekaligus mendukung visi Generasi Emas Indonesia 2045.
Upaya pencegahan PTM melalui YHP juga diwujudkan lewat kolaborasi lintas sektor, mulai dari organisasi masyarakat sipil, sekolah, hingga fasilitas layanan kesehatan.
Inisiatif seperti pengembangan peer educators, penguatan organisasi kepemudaan, serta forum dialog antara anak muda dan pembuat kebijakan menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung kesehatan remaja.
Dengan mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pencegahan PTM, AstraZeneca menegaskan bahwa kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga hasil dari kolaborasi berkelanjutan antara sektor swasta, masyarakat, dan pemerintah demi masa depan kesehatan yang lebih setara dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi