Suara.com - Dunia kesehatan belakangan ini diramaikan dengan istilah "Super Flu".
Sebutan ini muncul bukan tanpa alasan, para ahli kesehatan mulai memperingatkan masyarakat akan adanya varian virus influenza yang memicu penyebaran penyakit lebih luas dan gejala yang terasa lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Super Flu ini? Mari kita bedah fakta-faktanya agar kita bisa lebih waspada.
Apa Itu Super Flu?
Istilah Super Flu merujuk pada varian virus Influenza A H3N2, khususnya sub-klade K. Virus ini pertama kali memicu kekhawatiran setelah menyebabkan lonjakan kasus yang parah di Inggris, Eropa, dan Australia.
Kini, varian tersebut telah menyeberang ke Amerika Serikat dan menjadi jenis virus yang dominan.
Para ahli dari Northeastern University mencatat bahwa pola penyebaran di negara-negara tersebut biasanya menjadi pertanda atau "pemanasan" sebelum akhirnya menyebar secara global.
Mengapa Disebut "Super"?
Ada dua alasan utama mengapa varian ini mendapatkan predikat "super":
Baca Juga: 8 Daftar Makanan dan Minuman untuk Meredakan Flu
- Mutasi Virus: Virus ini telah mengalami banyak mutasi pada protein permukaannya. Bagian inilah yang biasanya dikenali oleh sistem imun kita. Karena bentuknya berubah, sistem pertahanan tubuh (dan vaksin) menjadi lebih sulit mengenalinya.
- Ketidakcocokan dengan Vaksin: Karena mutasi tersebut, vaksin flu yang diproduksi tahun ini dianggap tidak "selaras" sempurna dengan virus yang beredar. Meskipun biasanya efektivitas vaksin flu berada di angka 40% hingga 60%, laporan awal menunjukkan efektivitas pada orang dewasa menurun hingga ke kisaran 32%. Namun, kabar baiknya, vaksin ini masih sangat efektif bagi anak-anak.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala Super Flu sebenarnya serupa dengan flu pada umumnya, namun sering kali dirasakan dengan intensitas yang lebih melelahkan. Beberapa gejala kuncinya meliputi:
- Batuk dan sakit tenggorokan.
- Sakit kepala hebat dan nyeri otot di seluruh tubuh.
- Kelelahan yang ekstrem (fatigue).
- Demam tinggi yang disertai keringat dingin atau menggigil.
Musim flu 2024–2025 adalah salah satu yang terparah dalam beberapa dekade terakhir . Meskipun jarang terjadi musim flu buruk berturut-turut, hal itu bukanlah sesuatu yang tidak pernah terjadi.
Untuk kasus di AS saja, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan, hingga saat ini ada sekitar 4,6 juta kasus flu, dengan sekitar 49.000 pasien harus dirawat di rumah sakit.
Langkah Pencegahan dan Pengobatan
Meskipun ada ketidakcocokan antara virus dan vaksin, para ahli tetap sangat menyarankan masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi. Mengapa? Karena tujuan utama vaksin bukan hanya mencegah penularan, tetapi mengurangi tingkat keparahan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit