Suara.com - Tanya:
Selamat siang Dokter,
Anak saya umur 3 tahun, sudah hampir 3 bulan biduran belum sembuh juga. Apa yang harus saya lakukan? Apakah anak saya boleh imunisasi atau vaksinasi campak rubella? Mohon penjelasan dan sarannya, Dok. Terima kasih.
CM
Jawab:
Selamat siang Ibu CM,
Ruam atau bercak merah pada kulit bayi adalah hal yang wajar, karena kulit bayi sensitif dan sedang beradaptasi dengan lingkungan. Apabila jumlahnya sedikit maka hal ini tidak perlu dikhawatirkan, tetapi apabila jbidurannya banyak terlebih lagi sudah hampir ke seluruh tubuh maka harus dilakukan penanganan. Beberapa jenis penyakit yang mungkin terjadi pada anak sebagai berikut:
1. Dermatitis atopi atau eksim
Keluhan ini biasanya muncul berupa ruam yang dimulai pada lipatan-lipatan siku, paha, pipi, lalu kadang menyebar ke badan. Biasanya disertai rasa gatal. Hal ini terjadi karena kulit bayi sensitif terlebih lagi ada riwayat atopik pada keluarga misalnya orang tuanya ada yang mengalami asma, bersin-bersin pagi hari, atau mengalami gatal.
Untuk mengatasi eksim, hindarkan bayi Anda dari suhu ekstrem dan segala sesuatu yang dapat mengganggu kondisi kulit. Mandikan bayi Anda sebanyak dua atau tiga hari sekali dan keringkan kulitnya dengan ditepuk-tepuk secara lembut.
Oleskan salep atau krim yang dianjurkan oleh dokter dan jangan gunakan pewangi atau pelembut pakaian ketika mencuci.
2. Urtikaria atau biduran
Ruam yang khas biasanya berupa bentol-bentol seperti digigit nyamuk dan disertai gatal. Hal ini terjadi sebagai reaksi alergi terhadap makanan, obat tertentu, sengatan serangga atau karena perubahan cuaca panas dingin yang ekstrem.
Apabila disertai kelopak mata yang bengkak dan sesak napas maka harus diwaspadai ini merupakan reaksi alergi yang serius disebut reaksi anafilaksis yang harus mendapat penanganan segera.
3. Penyakit tangan, kaki dan mulut
Keluhan berupa ruam yang timbul di tangan dan kaki, sebelumnya didahului oleh infeksi saluran napas seperti pilek, batuk, sakit tenggorokan, disertai demam dan timbulnya sariawan di mulut. Penyakit ini bersifat self limiting atau dapat sembuh sendiri yang disebabkan oleh virus. Namun Anda tetap harus konsultasi ke dokter untuk penanganan gejala atau terapi simtomatis.
4. Impetigo
Infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri. Impetigo dimulai dengan kemunculan ruam dan lepuh yang pecah, meninggalkan kerak tebal berwarna kuning kecokelatan dan menciptakan luka atau lecet yang berwarna merah. Impetigo cenderung muncul di sekitar hidung dan mulut dengan disertai rasa gatal.
5. Miliaria
Keluhan ini timbul disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat oleh keratin, yaitu semacam protein yang diproduksi oleh kulit. Biasanya terlihat seperti biang keringat pada bayi yang bisa muncul saat cuaca panas atau lembap. Membersihkan kulit bayi dengan sabun bayi secara lembut dan hindari pakaian bayi yang tebal serta sebaiknya bayi ditempatkan di tempat sejuk.
6. Ruam popok
Biasanya timbul ruam kadang bisa seperti luka yang melepuh di area pantat dan kemaluan. Biasanya karena sensitif terhafap penggunaan popok. Bisa diatasi dengan sering mengganti popok, jangan biarkan popok sampai sangat lembab dan penuh, sebisa mungkin minimalkan pemakaian popok.
Vaksinasi MR memiliki tujuan untuk melindungi buah hati Anda dari virus campak (measles) dan rubella. Ada beberapa kontraindikasi atau suatu kondisi yang menyebabkan vaksinasi MR ini tidak dapat diberikan yakni pada kondisi:
1. Alergi
2. Ibu hamil
3. Gangguan fungsi ginjal
4. Seseorang dengan terapi imunosupresan, kortikosteroid dan radioterapi
5. Gangguan hematologi seperti kurang darah (anemia), kanker darah (leukimia)
6. Gangguan jantung, dan lain-lain
Apabila buah hati Anda sedang biduran (urtikaria) sebaiknya ditunda terlebih dahulu pemberian imunisasi MR. Anda juga sebaiknya mengkonsultasikan hal ini dengan dokter anak Anda.
Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga membantu. Terima kasih.
Dijawab oleh: dr. Ni Putu Tesi Maratni
Sumber: https://meetdoctor.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital