Suara.com - Teori mengungkap ada berbagai upaya yang bisa dilakukan orang untuk hidup lebih lama, seperti mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga. Tapi tahukah Anda bahwa ada cara yang lebih mudah membuat Anda panjang umur?
Studi terkini yang dipublikasikan dalam Nature Medicine menemukan fakta bahwa obat-obatan yang digunakan untuk mencegah keropos tulang pada usia lanjut juga memiliki khasiat lain dalam mengobati penyakit lain terkait dengan penuaan.
Penuaan sendiri dipicu oleh sel-sel tubuh yang berhenti membelah, seiring dengan bertambahnya usia. Selain berhenti membelah, sel-sel ini juga memancarkan toksin yang berkontribusi pada sejumlah gangguan kesehatan seperti kanker, demensia dan arthritis.
Obat untuk mengatasi keropos tulang ini dirancang untuk membersihkan sel-sel yang mengalami penuaan, yang pada gilirannya turut meningkatkan fungsi kardiovaskular.
"Reproduksi mutakhir dari obat-obatan senolitik menunjukkan bahwa mereka juga memiliki dampak pada sejumlah besar penyakit sehingga dapat memperpanjang usia harapan hidup seseorang," kata peneliti Dr. James Kirkland.
Ke depannya, peneliti ingin lebih mengeksplorasi potensi obat ini dan mencari tahu kombinasi obat yang optimal untuk hasil terbaik. Baru-baru ini, survei yang dilakukan di Belanda menemukan bahwa usia maksimum untuk perempuan adalah 115.7 tahun dan untuk laki-laki 114.1 tahun.
Peneliti meyakini bahwa konsumsi obat-obatan senolitik yang dipakai untuk mengatasi keropos tulang dapat memperpanjang harapan hidup manusia hingga 120 tahun. [Medical Daily]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini