Suara.com - Rumah sakit dikenal memiliki suasana yang kurang menyenangkan baik bagi orang dewasa, maupun anak-anak. Jika orang dewasa memiliki kecenderungan merasakan perut kembung saat tak kerasan di rumah sakit, ketakutan anak terhadap rumah sakit dan operasi kadang berada di luar imajinasi.
Apalagi jika anak-anak tersebut perlu penjalani metode operasi karena alasan tertentu. Mereka kerap merasa takut, terutama saat melihat semua peralatan medis tersebut.
Namun, sebuah rumah sakit di San Diego, Amerika Serikat mencoba membuat anak-anak merasa sedikit lebih baik dan tenang sebelum menjalani operasi dengan membiarkan mereka berkendara ke ruang operasi dengan mobil-mobilan yang dikendalikan jarak jauh.
Mereka adalah anak-anak yang berada di Rady Children's Hospital California yang "berkendara" dari kamar ke ruang operasi dengan sebuah Mercedes Benz, BMW atau bahkan Lamborghini.
Menurut sebuah laporan di Mirror UK, Dr Daniela Carvalho, direktur medis di Rumah Sakit tersebut mengatakan kepada NBC San Diego.
"Bukan hanya agar anak merasa seperti ini adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Tapi stres operasi juga terjadi pada orangtua. Ketika mereka melihat anak mereka tersenyum, itu membuat kecemasan pemisahan jauh lebih mudah," ungkapnya.
"Ketika mereka melihat mobil-mobil ini dan menyala, mereka senang," sambung Daniela.
Mobil-mobil mainan tersebut dioperasikan oleh dokter atau perawat untuk kemudian membawa pasien masuk ke ruang operasi. (Zeenews)
Baca Juga: Lokasi Wisuda Pindah ke Kamar Rumah Sakit, Alasannya Bikin Haru
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?