Suara.com - Tampilan wajah yang mulus kerap dirusak kehadiran kantung mata. Padahal, kantung mata atau biasa disebut mata panda membuat wajah terlihat lebih tua, sehingga menurunkan rasa percaya diri seseorang.
Disampaikan dr. Puri Ambar Lestari, SpBP-RE, dari Bamed Plastic Surgery, kantung mata biasanya dipicu kurang beristirahat dan faktor genetik. Alasannya, kata dia, kurang istirahat membuat pembuluh darah menjadi lebih aktif, yang pada gilirannya memicu sel-sel lemak di bawah tulang membesar, namun tempatnya terbatas sehingga memicu tonjolan berupa kantong mata.
"Selain itu kalau mata minus yang tidak pakai kaca mata juga bisa memicu otot-otot lensa mata bekerja lebih keras sehingga mata menjadi mengkerut. Tapi yang paling banyak karena kurang istirahat," ujar dr Puri pada temu media di Jakarta, Rabu (18/10/2017).
Untuk mengatasinya secara alami, dr Puri menyarankan seseorang rutin mengompres mata selama 30 menit dengan air dingin. Kompresan air dingin membuat pembuluh darah mengecil, sehingga lambat laun kantung mata mengecil.
Dia juga merekomendasikan tindakan operasi plastik, antara lain fat transfer dan filler. Kedua tindakan ini dapat mengatasi kantung mata dengan rentang waktu tertentu.
"Filler dan fat transfer dua-duanya populer, tapi itu pilihan karena prinsipnya sama-sama ngisi. Tapi buat pasien yang nggak punya waktu saya sarankan filler. Karena waktunya sangat cepat, tapi filler ada rentang waktunya. Kalau fat transfer itu tindakan surgery yang perlu recovery," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS