2. Jadwalkan Liburan
Mengistirahatkan diri dari rutinitas sehari-hari yang memicu stres dan monoton dapat menyegarkan sel otak dan meningkatkan kekebalan tubuh Anda.
Jadi mulai tetapkan destinasi liburan Anda di 2018 mulai dari sekarang ya!
3. Hentikan Kebiasaan Buruk yang Merusak Kesehatan
Anda tergolong perokok berat, pemabuk atau pecandu obat-obatan terlarang? Jika ya, 2018 mungkin merupakan momen yang tepat untuk menghentikan semua kebiasaan buruk ini.
Seperti kita tahu, merokok, mengonsumsi alkohol hingga menggunakan narkoba bisa mengganggu kesehatan bahkan sampai kematian. Jadikan hal meninggalkan kebiasaan buruk ini sebagai resolusi di tahun 2018.
4. Mengelola Stres
Stres adalah salah satu akar penyebab dari berbagai penyakit yang dialami manusia baik secara psikologis maupun fisik.
Tahun 2018 mendatang merupakan momen yang tepat bagi Anda untuk mengelola stres, seperti menjadwalkan diri untuk meditasi secara teratur atau menjalani hobi yang membuat Anda bahagia.
5. Olahraga
Ini mungkin terdengar seperti resolusi tahun baru yang sangat klise, tapi olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk tetap fit dan mencegah berbagai penyakit.
Olahraga juga diketahui dapat mendorong produksi hormon serotonin, yakni hormon yang dapat mencegah Anda dari depresi dan menjaga suasana hati tetap bahagia.
Pilih jenis olahraga yang sesuai dengan minat Anda mulai dari sekarang.
6. Perhatikan Pola Makan
Jika Anda merasa sulit untuk menghindar dari makanan tak sehat di mall atau tempat kerja, maka mulailah membawa bekal di tahun 2018 mendatang.
Pastikan bekal yang Anda bawa memenuhi aturan pola makan sehat, sehingga tubuh Anda pun terhindar dari masalah obesitas dan beragam penyakit lainnya.
7. Kurangi Penggunaan Ponsel
Di era seperti sekarang, sulit rasanya menjaga jarak dengan ponsel yang memiliki beragam fitur menarik seperti media sosial. Melalui ponsel pula kita bisa terhubung dengan keluarga maupun teman-teman yang terpisah jarak ratusan kilometer.
Namun jika berlebihan dalam menggunakan ponsel juga dapat mendatangkan efek buruk bagi kesehatan.
Paparan radiasi dari ponsel dari notifikasinya yang dapat memicu stres berakibat buruk bagi kesehatan. Maka tak ada salahnya Anda mulai mengurangi penggunaan ponsel pada 2018 mendatang.
Berita Terkait
-
Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes
-
Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi
-
Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat
-
Miris! Menkes Budi Bongkar Sisi Gelap Dunia Medis: Banyak Nakes Kena Bullying dari Seniornya
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh