Suara.com - Memasuki akhir tahun, anak-anak usia sekolah menikmati libur panjang yang dimulai menjelang akhir tahun hingga awal tahun depan.
Akibatnya, beberapa rutinitas harian anak seperti tidur, akan terganggu akibat aktivitas bermain yang tak kenal waktu.
Daripada kerepotan memperbaiki jadwal tidur anak yang terlanjur acak-acakan, lebih baik lakukan beberapa tips dilansir Asiaone, yang akan membantu Anda menggiring anak ke pintu kamar masing-masing lebih mudah.
1. Luangkan waktu siang untuk Olahraga
Selain memiliki manfaat kesehatan yang nyata, olahraga teratur juga membantu anak menjadi lebih lelah dan memastikan mereka mendapatkan tidur yang lebih nyenyak.
Sebagai bonus, peneliti menemukan fakta bahwa anak yang tidur lebih cepat juga cenderung akan tidur lebih lama.
2. Makan tepat waktu
Makan malam yang terlalu berat di waktu yang terlalu larut juga akan membuat jam tubuh anak terganggu. Nantinya, hal tersebut dapat mendorong waktu tidur mereka menjadi lebih larut lagi.
Itupun bukan masalah satu-satunya, karena makan terlalu larut juga membuat seseorang menjadi gemuk dan mengalamj obesitas. Jadi, makan pada waktu yang tepat dengan makanan yang tepat pula.
Hindari mengonsumsi makanan manis atau berlemak seperti cokelat atau keju sebelum tidur.
3. Matikan segala macam teknologi
Beberapa penelitian telah menghubungkan penggunaan teknologi sebelum tidur dengan tingkat kewaspadaan yang meninggi hingga membuat seseorang kesulitan tidur.
Mengapa demikian? ternyata, setiap seseorang melihat layar terang selama 1.5 jam, maka produksi hormon melatonin-nya akan berkurang. Hormon tersebutlah yang bisa membuat seseorang merasa mengantuk.
Orangtua juga harus mau melepaskan penggunaan gadget sebelum tidur dan mengganti aktivitas malam dengan hal-hal lain seperi membaca dongeng dengan buku atau bahkan menggambar.
4. Tetapkan waktu tidur
Anak yang kurang tidur cenderung memiliki masalah hiperaktif, masalah interaksi dengan teman sebaya, masalah emosional hingga masalah perilaku.
Meski setiap anak berbeda, namun menetapkan waktu tidur berdasarkan kebiasaan dan bertahan selama masa libur sekolah, merupakan langkah awal yang ideal.
5. Perhatikan penerangan kamar
Semua orang memiliki jam tubuh internal yang berbeda-beda, tapi anak lebih cenderung bangun pagi dan memiliki waktu tidur malam yang lebih cepat.
Apabila seorang anak tidur terlalu lama atau bangun terlalu pagi, coba perhatikan cahaya matahari yang masuk ke kamarnya. Maka dari itu, cahaya yang kurang menembus dan masuk ke kamar dapat membingungkan jam tubuh anak Anda.
Bukalah tirai saat pagi untuk membangunkan anak serta biasakan mereka sarapan di luar ruangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak