Suara.com - Nyeri leher menjadi salah satu keluhan yang sering dialami oleh banyak orang, terutama akibat posisi duduk yang salah, penggunaan gadget berlebihan, hingga cedera ringan. Salah satu solusi yang banyak digunakan adalah alat traksi leher yang diklaim mampu membantu meredakan tekanan pada tulang belakang bagian leher. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah metode ini benar-benar aman digunakan?
Penggunaan alat ini sebenarnya sudah lama dikenal dalam dunia medis, khususnya dalam terapi fisioterapi. Traksi leher bekerja dengan cara memberikan tarikan lembut pada tulang belakang servikal untuk mengurangi tekanan pada saraf dan diskus. Meski begitu, penggunaannya tetap harus dilakukan dengan pemahaman yang benar agar tidak menimbulkan efek samping.
Selain masalah leher, banyak orang juga mengalami gangguan pada bagian tubuh lain seperti lutut. Penggunaan penyangga lutut sering menjadi solusi tambahan untuk menjaga stabilitas sendi, terutama bagi penderita cedera atau osteoarthritis. Kedua alat ini memiliki fungsi berbeda, tetapi sama-sama membutuhkan pemakaian yang tepat agar aman dan efektif.
Apa Itu Alat Traksi Leher?
Alat traksi leher adalah perangkat terapi yang digunakan untuk meregangkan tulang belakang bagian leher (servikal). Tujuannya adalah untuk mengurangi tekanan pada saraf, memperbaiki posisi tulang, dan meredakan rasa nyeri.
Jenis-Jenis Alat Traksi Leher
Beberapa jenis alat traksi leher yang umum digunakan antara lain:
• Manual: Digunakan dengan bantuan tangan atau alat sederhana
• Inflatable (pompa udara): Menggunakan tekanan udara untuk memberikan efek traksi
• Elektrik: Biasanya digunakan di fasilitas medis dengan pengaturan otomatis
Setiap jenis memiliki kelebihan masing-masing, tergantung kebutuhan dan kondisi pengguna.
Apakah Alat Traksi Leher Aman Digunakan?
Secara umum, alat traksi leher aman digunakan jika dipakai sesuai petunjuk dan kondisi kesehatan pengguna mendukung.
Dalam dunia medis, terapi ini sering direkomendasikan untuk kondisi seperti:
• Saraf terjepit
• Hernia nukleus pulposus (HNP) ringan
• Ketegangan otot leher
• Postur tubuh yang buruk
Namun, keamanan alat ini sangat bergantung pada beberapa faktor penting.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Moisturizer Anti-aging untuk Leher: Mulai Rp30 Ribuan, Ampuh Cegah Keriput
Faktor yang Mempengaruhi Keamanan:
1. Diagnosis yang tepat
Tidak semua nyeri leher bisa ditangani dengan traksi. Jika penyebabnya serius, seperti cedera tulang belakang, penggunaan alat ini justru berbahaya.
2. Durasi penggunaan
Penggunaan terlalu lama bisa menyebabkan iritasi otot atau bahkan memperparah kondisi.
3. Tekanan yang diberikan
Tekanan berlebihan dapat menimbulkan rasa sakit atau cedera tambahan.
Manfaat Alat Traksi Leher Menurut Medis
Jika digunakan dengan benar, alat ini memiliki berbagai manfaat, diantaranya:
1. Mengurangi Tekanan pada Saraf
Traksi membantu membuka ruang antar tulang belakang sehingga saraf tidak terjepit.
2. Meningkatkan Sirkulasi Darah
Peregangan yang terjadi dapat membantu aliran darah menjadi lebih lancar.
3. Meredakan Nyeri dan Kekakuan
Efek relaksasi dari traksi dapat mengurangi ketegangan otot.
Berita Terkait
-
7 Rekomendasi Merek Bantal Leher untuk Mudik, Perjalanan Nyaman Anti Pegal
-
3 Karakter Seseorang Dilihat dari Kebiasaan Menyilangkan Kaki
-
5 Krim Pengencang Leher agar Keriput Berkurang di Usia 50 Tahun
-
5 Rekomendasi Skincare untuk Mencerahkan Leher Hitam, Mulai Rp50 Ribuan
-
5 Rekomendasi Krim Pencerah Leher Hitam, Harga Mulai Rp20 Ribuan
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang
-
4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima
-
Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini