Suara.com - Kanker usus dan kanker prostat adalah kanker yang kerap menyerang lelaki.
Secara umum pengobatan untuk kedua kanker ini hampir sama dengan pengobatan kanker lainnya, yaitu kemoterapi dan radioterapi.
Namun, tahukah Anda bahwa sekarang ini obat cacing juga bisa digunakan sebagai obat kanker usus dan kanker prostat?
Sebenarnya, apa yang membuat obat cacing ini bisa membantu pengobatan kanker usus dan kanker prostat?Benarkah obat cacing bisa digunakan sebagai obat kanker? Simak ulasan selengkapnya yang dihimpun Hello Sehat.
Temuan ini muncul dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari University of Bergen. Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Chemical Biology ini, para ahli mencoba menggunakan obat cacing yaitu nitazoxanida.
Nitazoxanida biasanya digunakan ketika seseorang mengalami infeksi cacing pita. Tak hanya itu, obat cacing tersebut juga diandalkan sebagai obat antivirus dan antiparasit.
Pada studi ini, para ahli mencoba menggunakan obat nitazoxanida sebagai obat pendukung dari pengobatan kanker usus dan kanker prostat. Penelitian ini membuktikan bahwa obat cacing ini bisa dikembangkan menjadi obat kanker usus serta kanker prostat karena bisa menekan pertumbuhan kanker.
Obat Cacing Bisa Jadi Obat Kanker Usus dan Kanker Prostat
Di dalam tubuh terdapat Beta-catenin, yaitu zat protein yang berperan dalam fungsi genetika. Pada orang yang mengalami kanker prostat dan kanker usus, zat ini terlalu aktif dalam menjalankan tanggung jawab, sehingga hal ini yang kemudian merangsang sel-sel kanker menjadi tumbuh dan berkembang.
Diketahui juga bahwa zat protein ini justru membuat sel kanker menjadi lebih kebal terhadap obat-obatan yang diberikan. Jadi, akan membuat pengobatan kanker seperti kemoterapi tidak terlalu efektif.
Nah, dalam penelitian ini, para peneliti mencoba menggunakan obat cacing untuk menghentikan kejadian tersebut. Hasilnya, nitazoxanida terbukti cukup mampu menekan aktivitas beta-catenin, yaitu penyebab sel kanker tumbuh dengan cepat.
Menurunnya tingkat aktivitas zat protein tersebut membuat sel kanker tidak mampu berkembang dengan baik dan akhirnya pertumbuhan kanker pun terhambat.
Obat Cacing Bisa Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Tak hanya menekan zat yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker, obat cacing ini dianggap bisa menjadi obat kanker usus dan kanker prostat, karena mampu meningkatkan kekebalan tubuh.
Ketika kekebalan tubuh pasien meningkat, maka tubuh memiliki kekuatan ekstra untuk menyerang sel kanker dan mempertahankan diri dari serangan yang bisa melemahkan kesehatannya.
Pengobatan kanker juga dapat membuat pasien mengalami berbagai efek samping yang bisa bikin tubuh menjadi lebih lemah dan akhirnya pengobatan kemoterapi maupun radioterapi tidak berlangsung dengan baik. Dengan meningkatnya sistem kekebalan tubuh, maka Anda akan lebih kuat ketika mengalami efek samping pengobatan.
Walaupun studi ini membuktikan bahwa obat cacing bisa membantu pengobatan kanker, hal ini masih harus diteliti dan diuji coba lebih lanjut. Akan tetapi, potensi ini memang terlihat menjanjikan di masa depan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?