Suara.com - Menyapih merupakan proses yang berat dilakukan oleh ibu terhadap buah hatinya. Pasalnya, bukan hal mudah membuat si kecil berhenti menyusu setelah ketergantungan selama satu hingga dua tahun.
Nah, agar para ibu sukses menyapih buah hatinya, dr Meta Hanindita, SpA mengatakan agar proses ini dilakukan dengan catatan ibu dan si kecil dalam keadaan siap. Bila perlu lakukan secara bertahap sehingga tidak ada salah satu pihak yang merasa kecewa.
"Beberapa minggu sebelum mulai menyapih, ajaklah bicara batita mengenai rencana Anda menyapihnya. Sebagai contoh, Kak, Kakak kan sudah besar. Nanti habis ulang tahun ke-2, minum susunya dari gelas ya, bukan dari Mama lagi. Kalimat tersebut bisa diulang terus sampai anak Anda mengerti benar," kata Meta, dalam peluncuran buku Mommyclopedia: Panduan Lengkap Merawat Batita (1-3 Tahun) di Jakarta, Jumat (9/2/2018).
Ia juga mengingatkan, ibu bisa tetap menyusui ketika batita memintanya, namun jika si kecil tidak meminta maka kurangi frekuensi menyusui. Anda juga dapat mengganti rutinitas yang ada di rumah untuk membuat batita lupa untuk menyusu.
"Pada saat anak Anda biasanya meminta menyusu, tawarkan batita cemilan atau susu di botol. Saat batita meminta menyusu, tundalah sementara waktu. Tapi sebaiknya jangan melakukan proses penyapihan saat batita sedang sakit," paparnya.
Ada satu hal yang sebaiknya Anda hindari ketika melakukan proses menyapih. Dia mengingatkan agar orangtua tidak membohongi batita dengan menggunakan lipstik, brotowali, atau bahkan obat merah di payudara untuk menakut-nakuti batita.
"Sebaliknya, lakukan penyapihan dengan cinta dan kenyamanan bagi kedua pihak," terang Meta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh