Suara.com - Saat hamil, perempuan akan melakukan segala cara untuk menjaga janin yang dikandungnya tetap sehat, termasuk menghindari makanan tertentu, termasuk pepaya hijau karena diyakini dapat meningkatkan risiko keguguran.
Sebuah penelitian yang dilansir dari laman Boldsky menyebutkan bahwa pepaya hijau atau pepaya yang belum matang mengandung segudang enzim yang dapat mempengaruhi kehamilan.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa ibu hamil (bumil) yang mengonsumsi pepaya mentah cenderung mengalami kejang pada rahimnya sehingga bisa berisiko keguguran. Tak hanya itu, pepaya hijau juga disebut-sebut sebagai cara alami untuk mencegah kehamilan sejak zaman dahulu atau kontrasepsi alami.
Alasannya, kandungan enzim papain dalam pepaya akan merangsang pertumbuhan endometrium dinding uterus yang merupakan lingkungan tidak sehat bagi janin untuk tumbuh. Pepaya mentah juga dianggap sangat berbahaya untuk perkembangan janin.
Tidak hanya enzim papain, konsentrasi tinggi lateks yang ada di pepaya mentah dianggap berbahaya untuk kehamilan. Lateks adalah cairan seperti susu atau juga disebut getah yang dapat menyebabkan kontraksi pada rahim dan memicu keguguran.
Studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition menyetujui efek negatif konsumsi pepaya hijau pada ibu hamil.
Namun hal ini tidak berlaku untuk pepaya matang. Justru pepaya matang sangat dianjurkan untuk ibu hamil, karena kandungan seratnya yang tinggi.
Jadi, yang harus Anda hindari konsumsi pepaya hijau atau mentah saat hamil ya!
Baca Juga: Ngemplang Pajak, Ada Perusahaan Sembunyikan Alat Berat
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?