Suara.com - Berbeda dengan bangun pagi yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, bangun tidur kesiangan justru buruk bagi tubuh. Ini dikarenakan, semakin siang Anda bangun tidur, maka semakin banyak tubuh melepaskan hormon stres.
Normalnya, tubuh memang akan secara otomatis melepaskan hormon stres adrenalin dan kortisol untuk membuat Anda lebih “melek” dan waspada begitu bangun tidur. Meski begitu, semakin siang Anda bangun semakin banyak hormon stres yang dilepaskan.
Kadar hormon stres yang berlebihan dalam tubuh tidak hanya membuat mood buruk, namun lama-lama juga berdampak negatif pada kesehatan tubuh.
Kristen Knutson, profesor neurologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, menyatakan orang yang tidur larut malam 2 kali lipat lebih berisiko untuk mengalami gangguan psikologis, 23 persen lebih berisiko mengalami gangguan pencernaan, dan 22 persen lebih tinggi terkena penyakit pernapasan.
Selain itu, kebiasaan begadang memungkinkan seseorang untuk melakukan kebiasaan yang tidak sehat, seperti makan tengah malam, minum alkohol, merokok, dan bahkan memakai obat-obatan terlarang.
Efek Kerja Shift Malam
Akibatnya, orang yang tidur larut malam dan bangun lebih siang memiliki kadar gula darah, trigliserida, dan kolesterol jahat (LDL) yang lebih tinggi karena kebiasaan tidak sehatnya tersebut. Berbagai gangguan metabolik ini kemudian menjadi akar masalah dari banyak penyakit kronis, seperti penyakit jantung koroner dan diabetes.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Northwestern University Feinberg School of Medicine dan University of Surrey Inggris melaporkan, risiko kematian dini akibat penyakit kronis meningkat hingga 10% pada orang-orang yang suka begadang daripada orang yang rajin bangun pagi.
Penelitian ini dilakukan selama 6,5 tahun pada lebih dari 400 ribu orang dewasa di Inggris. Nah, mulai sekarang jangan keseringan lagi bangun kesiangan ya untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!