Health / Women
Selasa, 29 Mei 2018 | 07:33 WIB
Tubuh menunjukkan gejala tertentu bila kekurangan vitamin saat puasa. (Shutterstock)

2. Rambut rontok dan diare, tanda kurang mineral zinc
Pernahkah saat puasa mengalami kerontokan rambut, diare, atau indra pengecap jadi berkurang ketajamannya? Bisa jadi itu merupakan tanda kekurangan mineral zinc atau seng.

Zinc sangat dibutuhkan tubuh ketika puasa untuk membantu mengatur nafsu makan, mengurangi tingkat stres, dan memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Gejala lainnya bisa meliputi menurunnya bobot tubuh dan lamanya penyembuhan luka ketika puasa. Anda bisa mendapatkan mineral zinc pada sumber makanan daging hewani, hati hewan (biasanya sapi atau ayam), labu dan sayur bayam.

3. Bibir pecah-pecah bisa jadi tanda kurang vitamin C
Bibir pecah-pecah memang tidak sedap dipandang siapa saja, dan itu menjadi tanda bahwa di dalam tubuh Anda mengalami kekurangan sejumlah vitamin.

Ya, vitamin C yang minim akan menghasilkan reaksi tubuh tertentu, antara lain bibir pecah-pecah, kulit wajah pucat, dan bahkan mood jadi gampang turun saat puasa.

Anda bisa mendapatkan nutrisi vitamin C penting dari buah dan sayuran. Terutama buah yang mengandung asam seperti jeruk, lemon, dan pepaya.

Sedangkan vitamin C dari sayuran bisa Anda dapatkan dari paprika, cabai, kentang, brokoli, sayuran hijau dan ubi jalar. Kadar asupan vitamin C yang cukup sehari-hari adalah sebanyak 75 mg untuk perempuan dan 90 mg untuk lelaki.

4. Suka kesemutan, tanda kurang vitamin B
Salah satu ciri kurang vitamin saat puasa adalah munculnya kesemutan di bagian tubuh tertentu. Biasanya kesemutan dialami di bagian kaki dan tangan.

Hal itu juga disebut sebagai neuropati perifer. Gejala neuropati perifer memiliki beberapa kemungkinan penyebab, di antaranya kekurangan vitamin B.

Vitamin B tersebut meliputi vitamin B6, B9, B12, serta vitamin E dan niasin yang sangat penting untuk kerja saraf tubuh.

Load More