Fakta Medis Tentang Kerokan
Layaknya pengobatan alternatif lainnya, sampai saat ini belum ada penelitian skala besar yang mempelajari tentang manfaat kerokan.
Meskipun begitu, riset kecil pernah menyimpulkan bahwa kerokan memiliki efek yang lebih baik dalam mengurangi nyeri leher kronis, jika dibandingkan dengan penggunaan thermal pad -lembaran yang berfungsi menyerap dan menghantarkan panas dalam tubuh.
Memang, tidak dapat dipungkiri bahwa kerokan memiliki manfaat yang sudah banyak dirasakan oleh masyarakat. Dalam batas yang wajar kerokan dapat membuat para penderita masuk angin merasa lebih nyaman.
Namun, teknik kerokan yang benar juga perlu diperhatikan. Karena teknik kerokan yang salah bukannya membawa manfaat, tapi malah dapat mendatangkan penyakit.
Dengan gerakan menggosok satu daerah tertentu pada kulit berkali-kali, kerokan dapat menyebabkan terbukanya pori-pori kulit dan pecahnya pembuluh darah kecil. Apalagi jika kegiataan ini tidak difasilitasi dengan alat-alat yang bersih dan higienis.
Wah, bisa-bisa bakteri jadi lebih gampang masuk ke dalam kulit. Jika dibiarkan, hal ini bisa saja menyebabkan infeksi pada kulit.
Jadi, sebaiknya boleh kerokan atau tidak bila dilihat dari sisi kesehatan? Simak penjelasannya di halaman terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?