Suara.com - Serangan jantung selalu terjadi tiba-tiba, tapi peluang serangan jantung di pagi hari cukup tinggi, salah satunya disebabkan meningkatnya tekanan darah di pagi hari yang dikenal dengan sebutan morning surge.
Hal inilah yang menyebabkan seseorang, kata Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH) dr Tunggul D. Situmorang SpPD-KGH, dianjurkan mengukur tekanan darah dua kali sehari di rumah, yakni di pagi hari dan menjelang tidur malam.
"Morning surge atau hipertensi di pagi hari terjadi ketika angka tensi rendah ketika malam mau tidur dan meningkat di pagi hari, yakni antara pukul 6-10 pagi," ujar dia dalam temu media di Jakarta, Selasa (8/8/2018).
Kondisi ini, kata dr Tunggul, juga bisa menyebabkan berbagai penyakit lainnya seperti stroke, pembesaran jantung hingga arteriosclerosis. Namun ada hal menarik, yaitu morning surge lebih sering diidap masyarakat Asia dibandingkan masyarakat di negara Barat.
"Belum ada penjelasan mengapa hal itu bisa terjadi, namun mungkin bisa menjadi guidelines bahwa kita beda lho dengan orang barat dalam hal hipertensi. Karena selama ini riset kita selalu adopsi dari Barat, padahal polanya berbeda," tambah dia.
Itulah mengapa, kata dr Tunggul, penting bagi masyarakat untuk memonitor tekanan darah secara rutin. Menurutnya, pemeriksaan tekanan darah di rumah akan memberikan hasil akurat untuk pengobatan hipertensi.
“Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh yang mempunyai pembuluh darah, antara Iain jantung, ginjal dan otak. Karena hipertensi adalah silent killer, maka kami juga gencar mengomunikasikan pentingnya pengukuran tekanan darah secara rutin di rumah," tandas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun