Suara.com - Seorang perempuan asal Inggris bernama Taylor mendatangi sebuah klinik untuk membuang ekor yang tumbuh di bokongnya. Proses tersebut didokumentasikan siaran televisi luar negeri TLC. Kepada dokter, Tylor mengatakan benjolan mirip ekor di bokongnya sudah ada sejak lahir. Ukurannya bertumbuh dan makin besar saat Taylor beranjak remaja.
Sebelumnya, benjolan diduga ekor itu pernah diangkat pada 2016 lalu. Kala itu, benjola didiagnosis sebagai lipoma atau tumor lemak jinak. Namun, tak lama kemudian ekor tumbuh kembali di bagian yang sama.
Kasus lipoma biasanya tidak memerlukan tindakan masif seperti operasi pengangkatan. Namun, lipoma bisa saja diangkat jika dianggap berpotensi menyebabkan masalah medis lain, atau dokter mencurigai benjolan bisa berkembang menjadi sesuatu yang menyeramkan.
Namun dalam kasus Taylor, benjolan lipoma berdampak serius pada pergaulan sosialnya. Kepercayaan dirinyamuncul setelah dirinya bertemu dengan dr. Sandra Lee.
"Ada dua peringatan. Pertama, mengapa setelah diangkat datang kembali? Dan kedua, lipoma biasa tidak muncul saat lahir. Seseorang akan mendapatkannya dari waktu ke waktu. Mungkin ada hal lain yang terjadi," kata dr. Sandra Lee.
Kemudian, Taylor diperintahkan menjalani scan MRI. Hasilnya menunjukkan ada deposit lemak di dalam sumsum tulang belakangnya.
"Mengangkat lipoma ini dengan cara apapun dapat berpotensi mengganggu pertumbuhan di dalam sumsum tulang belakang, dan saya tidak ingin itu terjadi dengan cara apa pun," lanjutnya.
Ditambahkan dr. Lee, jahitan membuang benjolan di bokong Taylor dilakukan dua sampai tiga kali. "Saya senang dengan hasilnya. Sejak operasi saya dengan Dr. Lee saya merasa lebih percaya diri," kata Taylor.
Dalam wawancara lanjutan, Taylor dan kedua orangtuanya putuskan menemui ahli bedah saraf untuk melihat apakah mungkin bagi lipoma bisa hilang sepenuhnya atau tidak.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Sehari Meletus 576 Kali
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional