Suara.com - Diabetes mendatangkan berbagai macam komplikasi jika tidak dikontrol dengan baik, seperti masalah saraf, ginjal, jantung, dan organ tubuh penting lainnya dalam tubuh Anda, termasuk masalah gigi.
Mereka dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terpapar masalah kesehatan gigi dan mulut.
Pada tahap yang lebih serius, masalah gigi dan mulut tersebut dapat mengakibatkan sakit pada saat mengunyah dan menyebabkan gigi tanggal.
Kontrol gula darah yang buruk bagi penderita diabetes dapat meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit gigi dan mulut yang disebut dengan periodontitis dilansir Hello Sehat.
Jadi, jelas kedisiplinan diri Anda dalam mengontrol diabeteslah yang akan menentukan kondisi kesehatan gigi dan mulut Anda ke depannya.
Tahap pertama masalah gigi dan mulut disebut dengan gingivitis. Gingivitis terjadi akibat kebiasaan buruk jarang menyikat gigi, yang menyebabkan timbulnya plak. Plak ini nantinya akan menjadi alasan dari peradangan gusi yang terjadi. Hal ini dapat diperbaiki dengan menumbuhkan kebiasaan menggosok gigi yang lebih baik serta berkumur dengan antiseptik. Melakukan kedua kebiasaan itu akan menghindarkan Anda dari masalah gigi dan mulut yang lebih serius, yang disebut dengan periodontitis.
Tingginya kadar gula darah dalam tubuh orang dengan diabetes diketahui berdampak pada buruknya sirkulasi darah, apalagi bagi penderita diabetes yang merokok. Sirkulasi darah yang buruk membuat suplai darah yang mengandung oksigen tidak mampu mengalir dengan baik ke bagian-bagian tubuh yang membutuhkan, termasuk gusi. Akibatnya, infeksi akan lebih mudah terjadi.
Dalam fase periodontitis, plak yang ada menumpuk di bawah gusi dan akan membentuk kantung infeksi diantara gigi Anda. Kantung tersebut akan mengakibatkan tulang dan gusi yang menahan gigi Anda pada tempatnya kehilangan kemampuannya sehingga mengakibatkan gigi Anda goyang bahkan tanggal.
Terdapat beberapa gejala yang dapat menjadi alarm bagi Anda, yaitu:
Baca Juga: Politisi Demokrat Heran Ratna Sarumpaet Tak Cantik Habis Operasi
-Sariawan
-Mulut kering
-Gusi berdarah atau nyeri
-Sering kali mengalami infeksi
-Bau mulut yang tak kunjung hilang
-Gusi yang turun sehingga Anda dapat melihat penampang gigi Anda lebih panjang
-Mencegah masalah gigi dan mulut pada penderita diabetes
Bagi penderita diabetes, hal utama yang harus dilakukan demi menghindarkan diri dari berbagai macam komplikasi, termasuk komplikasi gigi dan mulut adalah menjaga kadar gula darah Anda dalam batas normal.
Caranya adalah dengan menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh Anda dan rutin berolahraga setidaknya 30 menit sekali.
Jika Anda memiliki obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter, minumlah secara rutin sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
Untuk mencegah masalah gigi dan mulut pada pasien diabetes, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan gigi secara rutin, setiap enam bulan sekali. Hindarilah merokok agar peredaran darah Anda tidak semakin terbebani.
Dan untuk Anda penderita diabetes, beri tahu kepada dokter gigi bahwa Anda memiliki diabetes sehingga tidak mendatangkan komplikasi lainnya saat pengobatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat