Suara.com - Psoriasis merupakan penyakit kulit yang membuat pengidapnya memiliki kulit bersisik, ruam merah, hingga terlihat.
Meski tidak menular, psoriasis bisa membuat pengidapnya merasa malu dan tak percaya diri saat keluar rumah.
Psoriasis sendiri merupakan penyakit yang disebabkan karena gangguan autoimun, yakni ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel kulit yang sehat karena adanya gangguan.
Hingga saat ini, belum ada obat yang mampu menyembuhkan psoriasis secara penuh. Namun jangan khawatir, pengidap psoriasis bisa mendapat terapi yang membuat hidup lebih berkualitas.
1. Terapi topikal
Terapi topikal dilakukan dengan mengoles ruam dan bercak merah pada bagian tubuh pengidap psoriasis. Pengobatan ini cocok untuk pengidap psoriasis ringan dengan luas kelainan kulit kurang dari 3 persen dari permukaan tubuh.
2. Fotokemoterapi
Psoriasis yang resisten terhadap terapi topikal dan luas kelainan kulit hingga 3-10 persen permukaan tubuh bisa mencoba terapi fototerapi atau fotokemoterapi. Terapi ini merupakan penyinaran pada kulit penderita psoriasis dan memiliki efek samping, misalnya menimbulkan rasa seperti terbakar matahari.
3. Sistemik
Baca Juga: Stres Ternyata Bisa Picu Psoriasis Kambuh Lho!
Untuk psoriasis sedang sampai berat atau yang luas kelainan kulitnya lebih dari 10 persen permukaan tubuh akan langsung disarankan untuk mencoba terapi sistemik, yaitu berupa pemberian obat yang dianjurkan dokter. Pengobatan secara sistemik ada yang dianjurkan minum obat dan juga ada yang berupa obat injeksi.
Pemberian obat injeksi digunakan sebagai terapi psoriasis karena bekerja pada target spesifik dalam perkembangan penyakitnya. Dengan kemajuan teknologi pengobatan saat ini, pengobatan sistemik secara injeksi dapat memberikan hasil kulit yang hampir bersih dari psoriasis.
Nah, itulah ragam terapi yang bisa dilakukan untuk pengidap psoriasis.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga