- Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta mengusulkan kenaikan batas omzet bebas pajak bagi pelaku UMKM kuliner menjadi Rp75 juta per bulan.
- Usulan disampaikan Muhammad Al Fatih dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta pada Selasa, 14 Juli 2026 terkait Rancangan Peraturan Daerah.
- Fraksi PKS turut mengusulkan pengecualian pajak bagi kantin sekolah serta rumah tangga berpenghasilan rendah dengan daya listrik 450 hingga 900 VA.
Suara.com - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta mengusulkan kenaikan batas omzet usaha makanan dan minuman yang dikecualikan dari objek pajak daerah.
Usulan tersebut disampaikan Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Al Fatih dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Selasa (14/7/2026).
Dalam usulannya, Fraksi PKS meminta batas omzet pelaku usaha makanan dan minuman yang bebas pajak dinaikkan dari Rp42 juta menjadi Rp75 juta per bulan.
“Fraksi PKS mengusulkan agar batasan omzet usaha makanan dan minuman yang dikecualikan dari objek pajak dinaikkan dari paling banyak Rp42 juta menjadi Rp75 juta per bulan,” ujar Al Fatih, dikutip dari laman resmi DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Usulan kenaikan batas omzet tersebut bertujuan memberi ruang gerak yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah kenaikan biaya usaha.
Selain batas omzet, Fraksi PKS juga mengusulkan agar usaha makanan dan minuman yang beroperasi di kantin sekolah dikecualikan dari pajak makanan dan minuman.
Tidak hanya soal UMKM kuliner, Fraksi PKS turut menyoroti kebijakan Pajak Tenaga Listrik bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.
“Fraksi PKS meminta agar rumah tangga dengan daya listrik 450 VA, atau bahkan mempertimbangkan hingga 900 VA, dikecualikan dari objek Pajak Tenaga Listrik,” kata Al Fatih.
Fraksi PKS menegaskan bahwa optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh hanya ditempuh melalui kenaikan tarif pajak.
Baca Juga: Kyohei Yoshino Ungkap Alasan Antusias Gabung Persija: The Jakmania Jadi Daya Tarik Besar
Menurut Al Fatih, pemerintah perlu memperluas basis penerimaan, memperbaiki tata kelola, mengurangi kebocoran, serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Dengan sejumlah usulan tersebut, Fraksi PKS berharap kebijakan pajak dan retribusi daerah di DKI Jakarta tetap berpihak kepada pelaku usaha kecil dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Berita Terkait
-
Kyohei Yoshino Ungkap Alasan Antusias Gabung Persija: The Jakmania Jadi Daya Tarik Besar
-
Purbaya Ogah Buru Orang Kaya RI demi Kejar Target Pajak: Saya Tak Akan Potong Angsa Emasnya
-
Shin Tae-yong Pimpin Latihan Perdana Persija, Fokus Bangun Fondasi Tim
-
Ironi Menteng: Kawasan Elite Jantung Jakarta Paling Banyak Butuh Toren Air Gratis
-
Paradoks Negeri Tambang: Kaya Sumber Daya, tapi Bergantung pada Pajak
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Serum atau Moisturizer Dulu? Panduan untuk Kulit Sehat dan Glowing
-
Beban Usaha Meningkat, DPR Usul Omzet UMKM Bebas Pajak Naik Jadi Rp75 Juta
-
Kakanwil Pastikan Layanan Imigrasi Lebih Dekat untuk Masyarakat Padangsidimpuan
-
Bos BCA Sindir Penemuan Emas 74Kg di Rumah Eks Jampidsus: Kurang Pintar
-
Bro Ron Sindir Keras OTT Bupati Sukoharjo: Mungkin Mau Ikuti Sekjennya
-
Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?
-
5 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di Binjai
-
Terinspirasi Kisah Nyata, Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk Kupas Misteri Lewat Ruang Autopsi
-
Dominasi PMDN, Ini Data Kinerja Investasi Indonesia 2025
-
Adu Spek Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A26 5G, Mending Ugrade atau Seri Lama?