Suara.com - Smartphone atau ponsel pintar telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk balita dan anak-anak. Di antara pro kontra soal pemberian gadget pada anak, banyak orangtua kemudian mempertanyakan, usia berapa anak boleh diberi smartphone?
Sebenarnya, tak ada jawaban pasti untuk pertanyaan di atas, meski banyak aplikasi memiliki persyaratan usia minimal untuk mengaksesnya (misalnya, Facebook dan Instagram sama-sama mensyartakan penggunanya berusia minimal 13 tahun).
Jill Murphy, wakil presiden sekaligus pemimpin redaksi di Common Sense Media, dalam konferensi HuffPost Parents' How To Raise A Kid di Brooklyn, mengatakan bahwa ada tiga kekhawatiran yang paling sering dikeluhkan dari para pengasuh anak, yaitu berapa lama waktu yang bisa dimiliki anak untuk menggunakan smartphone, bagaimana cara mengatur konten di Youtube agar 'ramah anak', dan usia berapa anak boleh diberi smartphone.
Menurut Murphy, setiap keluarga memiliki jawaban yang berbeda-beda. "Itu benar-benar tergantung pada aturan di keluarga Anda," katanya seperti dilansir dari laman HuffPost.
Tapi satu hal yang harus diingat, orangtua atau pengasuh anak harus tahu bahwa memberikan smartphone pada anak yang belum siap secara emosional, justru akan menciptakan lebih banyak tantangan. Murphy menyarankan agar orangtua memberi smartphone yang disertai dengan perjanjian tertentu, yang mengatur mengenai waktu yang boleh anak-anak habiskan dengan smartphone dan kapan waktu di mana mereka harus meletakkannya.
Jadi, buat Anda orangtua yang masih bertanya-tanya mengenai usia berapa anak boleh diberi smartphone, jawabannya mungkin tergantung pada kesiapan mental dan perkembangan anak. Jadi, tidak berpatokan pada usia, ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern