Suara.com - Pasangan suami istri yang sedang merencanakan kehamilan banyak mendengar dan menerima masukan untuk mengonsumsi suatu makanan, termasuk teh hijau yang dianggap baik untuk meningkatkan kesuburan perempuan agar cepat hamil.
Namun, penelitian lain justru berargumen sebaliknya lho.
Teh hijau adalah salah satu jenis teh yang terkenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Ini karena teh hijau mengandung antioksidan tinggi seperti katekin dan theobromine. Teh hijau bahkan mengandung hingga sekitar 30-40% polifenol, yang efek antioksidannya paling kuat di antara jenis lainnya.
Selain itu, teh hijau juga mengandung vitamin B, asam folat alami, dan magnesium yang sama-sama penting bagi kesehatan tubuh dilansir Hello Sehat.
Sejumlah penelitian skala kecil melaporkan bahwa rutin minum secangkir teh hijau setiap hari dapat meningkatkan peluang cepat hamil hingga dua kali lipat. Para pakar menduga bahwa khasiaat teh hijau satu ini datang dari senyawa aktif yang mungkin menguntungkan bagi wanita yang mencoba hamil.
Polifenol juga diduga kuat dapat memperbaiki ovulasi wanita untuk melepaskan sel telur.
Meski beberapa penelitian melaporkan bahwa teh hijau dapat membantu perempuan supaya cepat hamil, ada segelintir penelitian lainnya yang berpendapat sebaliknya. Peneliti menyimpulkan bahwa rutin minum teh hijau justru mempersempit peluang wanita untuk hamil. Teori berlawanan ini datang dari efek kafein yang terkandung dalam teh hijau.
Teh hijau memang cukup tinggi kafeinnya. Satu cangkir teh hijau bisa mengandung sekitar 100-200 mg kafein. Sebuah penelitian melaporkan bahwa asupan lebih dari 300 miligram (mg) kafein setiap hari meningkatkan risiko ukuran janin dalam kandungan jadi lebih kecil daripada seharusnya.
Studi lainnya juga menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau rutin selama kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi cacat lahir dan keguguran.
Baca Juga: Aktor Senior Torro Margens Meninggal Dunia
Sampai saat ini, pakar kesehatan dari berbagai belahan dunia belum bisa menyepakati apakah khasiat teh hijau benar-benar bermanfaat untuk perempuan yang berniat mencoba hamil, atau malah sebaliknya.
Meski begitu, bukan berarti Anda tidak dibolehkan minum teh hijau jika sedang atau mencoba hamil. Anda hanya harus lebih bijak mengatur porsinya dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya.
Menurut American College of Obstetrics and Gynecology dan para ahli lainnya, asupan kafein yang disarankan untuk wanita usia subur harus kurang dari 200 mg per hari.
Jika Anda mencoba untuk hamil dengan minum teh hijau selama 1 tahun atau lebih namun tidak berhasil, atau menstruasi Anda tidak teratur, sebaiknya Anda perlu konsultasi dengan spesialis kesuburan untuk mendapatkan solusi dan perawatan yang tepat.
Jadi konsumsi teh hijau cukup baik untuk perempuan agar cepat hamil namun juga harus memperhatikan porsinya untuk tidak mendapatkan kafein yang berlebih dan tidak baik untuk perempuan yang mengingikan kehamilan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh