Suara.com - Cegah Nyeri Leher Akibat Keseringan Main Gadget, Ini Saran Dokter
Penggunaan gadget saat ini lazim digunakan untuk urusan pekerjaan maupun komunikasi. Keseringan main gadget ini pada gilirannya memicu masalah baru khususnya pada tulang dan sendi, seperti nyeri leher.
Disampaikan dr Phedy, SpOT(K) anggota Sports, Shoulders & Spine Clinic di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, keluhan yang umum dialami masyarakat zaman now akibat penggunaan gadget adalah nyeri leher dan pergelangan tangan. Lebih lanjut, nyeri leher terjadi karena posisi seseorang yang salah ketika menggunakan gadget.
"Sering banget saya temui nyeri leher, karena posisi membungkuk saat mengetik atau menatap layar ponsel. Posisi ini membebani leher empat kali lebih besar dari berat kepala. Akibatnya bantalan sendi leher menua lebih cepat dan memicu rasa sakit," ujar dr Phedy dalam temu media di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Senin (21/1/2019).
Menurut dr Phedy posisi ergonomi saat melakukan pekerjaan menggunakan gadget menjadi pemicu keluhan tulang belakang. Selain penggunaan gadget, Ia juga menyoroti profesi dokter gigi yang paling rentan mengalami masalah tulang belakang yakni dokter gigi.
"Dokter gigi kan posisi kerja hampir jungkir balik. Itu sebabnya survei yang kami lakukan, 85 persen doker gigi di mengalami gangguan muskuloskeletal," imbuh dia.
Nah bagi Anda yang sering menggunakan gadget dan ingin menghindari gangguan muskuloskeletal, dr Phedy menyarankan untuk memegang gadget dengan posisi tangan sejajar dengan lengan atau miring dengan sudut maksimal 15 derajat. Hal ini dilakukan agar tidak membebani bantalan sendi pergelangan tangan.
"Lalu untuk durasinya sebaiknya 15 menit saja dibatasi lalu peregangan. Tidak usah peregangan yang berat, dilenturkan saja tangannya selama semenit sudah cukup. Yang pasti jangan biarkan terlalu lama di posisi yang sama karena saraf tercipta untuk bergerak bukan diam saja," tandas dia.
Baca Juga: Jelang Pilpres, Pesan WhatsApp Hanya Bisa Diteruskan Lima Kali
Berita Terkait
-
Dokter Sebut Tak Semua Kasus Patah Tulang Harus Dioperasi, Kenapa?
-
Sedang Berburu Gadget? Acer Lagi Gencar Promosi Nih!
-
Viral Video Anak Terjatuh dan Sulit Berjalan, Kebanyakan Main Gadget?
-
Uji Klaim Prabowo, Gaji Jukir Liar Ini Hanya Cukup untuk Rokok dan Makan
-
Menguji Kebenaran Ucapan Prabowo Soal Gaji Juru Parkir dan Dokter
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi