Suara.com - Kemenkes: Cegah DBD Tak Cukup dengan Fogging
Di musim penghujan seperti sekarang, risiko penyakit demam berdarah dengue (DBD) meningkat di beberapa daerah. Di Jakarta misalnya, berdasarkan sistem surveilans berbasis web milik Dinkes Provinsi DKI Jakarta, memasuki awal 2019 telah tercatat sebanyak 111 kasus DBD. Angka tersebut diprediksi bisa mengalami peningkatan saat memasuki musim penghujan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, drg Oscar Primadi mengatakan bahwa musim penghujan menjadi pemicu dari peningkatan kasus DBD di sejumlah wilayah karena banyaknya genangan air yang terbentuk. Jtu sebabnya kata dia, masyarakat harus bahu membahu menjaga kebersihan lingkungan sehingga tidak menjadi tempat perkembangbiakkan nyamuk Aedes Aegypti.
"Musim penghujan (DBD) ini endemis di semua wilayah. Kita harapkan semua waspada. Ini persoalan di hulu, yakni bagaimana menjaga kebersihan lingkungan. Jangan biarkan air tergenang. Jangan biarkan jentik nyamuk tumbuh. Kalau kita bisa jaga lingkungan Insya Allah tidak ada DBD," ujar Oscar di sela-sela peringatan Hari Gizi Nasional ke-59 di Jakarta, Jumat (25/1/2019).
Oscar mengatakan bahwa fogging atau pengasapan bukan cara efektif dalam mencegah nyamuk DBD. Lagipula, kata dia, fogging baru bisa dilakukan jika sudah terjadi minimal satu kasus DBD di suatu wilayah.
"Dinas kesehatan terkait tentu sudah bergerak. Tidak hanya dengan pembagian abate atau fogging, ada penyelidikan epidemiologis terlebih dulu hingga dilakukan fogging. Saya lebih mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan," imbuh dia.
Anda juga bisa melakukan pemberantasan sarang nyamuk untuk mencegah tumbuhnya jentik-jentik di sekitar rumah yang memungkinkan terdapat genangan air. Lakukan upaya 3 M atau Mengubur, Menguras dan Menutup.
"Mengubur barang bekas, menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air," tandasnya.
Baca Juga: Timses Prabowo Minta KPU Kurangi Jumlah Undangan Debat Kedua
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI