Suara.com - Seorang wanita yang nyaris meninggal akibat anoreksia menceritakan pengalaman hidupnya yang 'diselamatkan' oleh cokelat. Wanita bernama Annie Windley (21) itu didiagnosis anoreksia pada 2012,tapi kini dirinya sudah sembuh.
Ia mulai menderita gangguan itu saat berusia 15 tahun, dengan berat badan hanya 29 Kg.
Gangguan makan Annie muncul tak terkendali saat dia mulai menghitung kalori. Kala itu dirinya merupakan siswi sekolah asrama Monkton Combe di Bath.
Dia juga menghindari karbohidrat, daging, dan susu, bahkan sangat ketakutan ketika tiba saatnya makan.
"Dulu aku selalu menolak untuk makan. Jika kamu menaruh lasagna di depanku, aku akan gemetaran, sumpah, dan menjadi gelisah. Aku tidak bisa berada dalam satu ruangan bersama makanan," ujar Annie, seperti dikutip dari The Sun, Rabu (30/1/2019). "Aku pernah teriak dan membenturkan kepala ke tembok. Aku cuma ingin pergi dan tidak bisa berada di dekat makanan."
BACA JUGA: Pamer Tubuh Langsing, Ariel Winter Bantah Lakukan Operasi Plastik
Tak hanya dengan orang tuanya, Annie juga memiliki hubungan yang bermasalah dengan teman-teman. Ia mengaku di-bully teman-temannya di sekolah karena berat badannya.
BACA JUGA: Kocak! Niat Hati Berpelukan, Kawat Gigi Pria Ini Nyangkut di Baju Kawan
Bagaimana selanjutnya? Lihat selengkapnya ya.
Baca Juga: Pembersih KM Racikannya Timbulkan Gas Beracun, Wanita Ini Dibawa ke RS
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga