Suara.com - Hujan di pagi hari saat Anda berangkat kerja atau sore saat pulang kerja, sering kali membuat kepala sakit tiba-tiba. Hal itu mungkin terjadi karena daya tahan tubuh yang Anda miliki tidak bisa kena air dingin atau air hujan.
Tapi hal itu dapat diatasi dengan langsung keras atau membasuh rambut Anda dengan air hangat.
Para pakar kesehatan menduga bahwa dinginnya air hujan yang mengenai kepala bisa menyebabkan suhu tubuh berubah secara mendadak.
Ketika terguyur air hujan, suhu tubuh yang cenderung panas akan “kaget” saat terkena air hujan yang suhunya dingin. Nah, perubahan suhu tubuh secara tiba-tiba inilah yang dapat memicu sakit kepala atau flu dilansir Hello Sehat.
Jika ditelisik lebih dalam lagi, cuaca dingin juga menyebabkan pembuluh darah jadi menyempit. Hal ini terjadi sebagai respon alamiah tubuh dalam mempertahankan panas supaya tubuh tidak kedinginan.
Namun di sisi lain, penyempitan pembuluh darah tersebut juga mengakibatkan aliran darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh jadi tidak lancar. Jika otak tidak mendapatkan cukup oksigen, Anda akan merasa pusing atau sakit kepala setelah hujan-hujanan.
Itulah kenapa banyak orang percaya bahwa keramas dengan air hangat bisa membantu mengatasi pusing setelah hujan-hujanan. Pasalnya, keramas dengan air hangat dapat membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran oksigen jadi lebih lancar. Alhasil, Anda tidak lagi pusing atau terkena demam setelah hujan-hujanan.
Keramas dengan air hangat juga dapat mengendurkan otot-otot tubuh yang tegang. Dengan begitu, tubuh Anda jadi lebih rileks, nyaman, dan bisa tidur lebih nyenyak.
Selain itu, buatlah secangkir teh hangat supaya suhu tubuh Anda kembali normal. Beberapa jenis teh terbukti dapat membantu meringankan rasa nyeri di kepala, baik karena pusing, sakit kepala, atau sakit kepala sebelah sekalipun.
Baca Juga: Bupati Kotawaringin Timur Dapat Mobil Mewah dari Korupsi Izin Tambang
Yang tak kalah penting lagi, pastikan Anda mendapatkan cukup istirahat setiap harinya. Ingat, daya tahan tubuh Anda sedang menurun sehingga rentan terkena penyakit di musim hujan.
Semakin Anda kurang tidur, ditambah lagi sehabis hujan-hujanan, sistem kekebalan tubuh Anda tentu akan semakin menurun dan mudah terserang penyakit. Oleh karena itu, segeralah istirahat dan hindari begadang supaya tubuh Anda tetap sehat dan terhindar dari penyakit khas musim hujan.
Jadi sakit kepala saat kena hujan cukup normal dan bisa diatasi dengan keras air hangat dan jaga daya tahan tubuh dengan tidur cukup.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?