Suara.com - Korek Kuping dengan Cotton Bud, Lelaki Ini Malah Kena Infeksi Otak
Penggunaan cotton bud tak dianjurkan karena dapat membahayakan pendengaran. Salah satunya dialami seorang lelaki di Inggris yang hampir meregang nyawa karena infeksi bakteri usai menggunakan cotton bud.
Lelaki yang tak disebutkan namanya itu mengaku menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga.
Dikutip dari NY Post, tak lama kemudian ia mengalami kejang dan tak sadarkan diri hingga dibawa ke UGD rumah sakit.
Setelah diperiksa, lelaki itu mengalami infeksi bakteri hingga ke selaput otak dan menyebabkan gangguan neurologis seperti kejang.
Alexander Charlton, spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan di University Hospital Coventry di Inggris yang merawat lelaki itu, mengatakan bahwa kejang yang dialaminya diakibatkan oleh 'necrotizing otitis externa,' di mana infeksi bakteri menyerang saluran pendengaran.
Lelaki itu menjalani operasi kecil, untuk mengangkat kapas dari cotton bud yang terjebak di saluran telinga. Untuk pengobatan lanjutan, lelaki itu diberi resep antibiotik yang harus dikonsumsi selama dua bulan.
Beruntung lelaki itu tidak mengalami gangguan jangka panjang dan masalah pendengaran.
Charlton mengimbau agar masyarakat menghindari penggunaan cotton bud agar tidak mengalami gangguan seperti yang dialami lelaki itu.
Baca Juga: Heboh Pernikahan Syahreino, Luna Maya : Perempuan Harus Kuat!
"Cotton bud hanya dapat menyebabkan masalah," kata Charlton.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia